Karyawan Riez Hotel Tegal Minta Dites Urine

* BNN Tegal Salut dan Acungi Jempol

TEGAL – Karyawan Riez Palace Hotel Kota Tegal meminta dites urinenya, langsung oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Itu dilakukan sebagai komitmen karyawan hotel syariah tersebut, mendukung upaya pemberantasan peredaran narkoba.

General Manager hotel itu, Ngudi Prayitno mengatakan, keinginan agar seluruh karyawan hotelnya hingga jajaran manager dites urine sebenarnya sudah cukup lama. Untuk merealisasikan, pihaknya kemudian mengayunkan surat permohonan ke BNN Kota Tegal agar menerjunkan petugasnya melakukan tes urine.

”Kami bersyukur, akhirnya tes urine terhadap karyawan kami dapat terealisasi hari ini, Senin (2/12). Walaupun belum seluruh karyawan dapat mengikuti tes ini. Total ada 25 karyawan yang dites urine,” terang dia.

SOSIALISASI NARKOBA : Sebelum melakukan tes urine, Kabid P2M BNN Tegal Nasrudin, didampingi General Manager Riez Palace Hotel Ngudi Prayitno, melakukan sosialiasi berkait upaya pemberantasan narkoba dihadapan karyawan hotel tersebut, Senin (2/12).(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

Dia menambahkan, dengan adanya semangat seperti itu, juga menunjukkan niat baik seluruh karyawan dalam mendukung upaya pemberantasan peredaran narkoba, yang selama ini dilakukan BNN.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Kabid P2M) BNN Tegal Nasrudin mengatakan, sangat salut dan mengacungi jempol atas dukungan dan semangat karyawan hotel dalam pemberantasan peredaran narkoba.

Dia yang hadir dalam kegiatan tersebut , dan sekaligus memberikan sosialisasi berkait peredaran narkoba yang sudah cukup meresahkan, menilai dukungan dan komitmen sepert itu perlu terus dikembangkan.

Semakin Baik

Artinya, hotel-hotel yang lain, tempat hiburan dan perusahaan yang ada di Tegal dapat melakukan kegiatan tersebut bersama lembaganya. ”Semakin banyak yang melakukan tes urine, tentu akan semakin baik. Karena dapat untuk mengetahui apakah seseorang ada indikasi mengonsumsi narkoba atau tidak,” ucap dia.

Selain itu, menjadikan ruang gerak peredaran narkoba kian sempit. Karena bila ada karyawan yang terindikasi mengonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang, akan mudah diketahui. Risikonya juga menjadi berat dalam karir pekerjaannya.

Kepada seluruh karyawan dan manajemen hotel, Nasrudin mengimbau, agar jangan sekali pun mencoba atau mencicipi narkoba dan sejenisnya. Sebab bila sudah merasakan enak, bisa ketagihan.

Hal itu dinilainya sangat berbahaya bagi kesehatan pemakainya, juga dapat mengganggu lingkungan sekitar. ”Ingat ya, awal mula orang ketagihan narkoba seperti sabu atau ganja, ya karena coba-coba atau iseng. Padahal mencoba sedikit saja, akan lama menghapus jejaknya di dalam tubuh seseorang. Artinya jika dilakukan pemeriksaan lewat tes urine, akan mudah diketahui, dan akan lama hilangnya,” ucap dia.

Sementara itu, hasil tes urine yang dilakukan BNN Tegal adalah, 25 karyawan hotel syariah tersebut negatif. Artinya tidak ada yang terindikasi dalam pemakaian atau mengonsumsi narkoba.(Riyono Toepra-red07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *