Sosialsiasi SP2020, BPS Brebes Sasar Organisasi Kepemudaan

BREBES – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Brebes, mulai mengencarkan sosialisasi pelaksanaan Sensus Penduduk tahun 2020 (SP2020), Rabu (27/11). Sosialisasi yang dilaksanakan di gedung pertemuan Grand Dian Hotel itu, menyasar anggota organisasi kepemudaan yang ada di Kabupaten Brebes.

Ratusan anggota dari berbagai organisasi kepemudaan tersebut diberikan penjelasan dan pemahaman terkait pelaksanakan SP2020, yang waktunya tinggal tersisa dua bulan. Kepala BPS Kabupaten Brebes, Martin Suanta melalui Kasi Statistik Sosial Arip Juliyanto mengatakan, melalui sosialisasi itu, pihaknya merangkul semua elemen masyarakat agar mengetahui akan dilaksanakannya sensus penduduk di tahun 2020 mendatang. Dengan mengetahui, sehingga masyarakat ikut aktif mensukseskan SP2020 tersebut. “Saat ini kita mulai menggencarkan sosialisasi SP2020. Untuk pertama, sasaran kami para pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan. Setelah itu, kami besok juga akan memberikan sosialisasi kepada organisasi masyarakat (ormas) keagamaan dan elemen masyarakat lainnya,” ujar dia.

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan SP2020 nanti, berbeda dengan sensus penduduk yang sudah pernah dilaksanakan. Sebab, dalam SP2020 akan dilaksanakan dua tahap. Yakni, tahap pertama dengan metode sensus online dan tahap kedua dengan metode penyisiran. Pada metode sensus online, masyarakat bisa secara aktif melakukan sensus sendiri melalui internet, dengan alamat situs sensus.pbs.go.id. Sedangkan untuk metode penjaringan, petugas akan turun ke setiap rumah guna menyensus warga yang belum melaksanakan sensus online atau sudah melaksanakan tetapi data yang dimasukan tidak lengkap. “Sensus online ini akan kami laksanakan selama sebulan mulai 15 Febuari – 31 Maret 2020. Setelah itu, baru kami laksanakan sensus dengan metode penyisiran mulai Juli 2020 mendatang,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam sensus penyisiran sedikitnya akan diterjunkan 2.000 petugas. Mereka nantinya yang akan mendatangi satu per satu rumah warga. Dua metode sensus tersebut dilaksanakan dalam rangkan menuju satu data ke pendudhkan di Indonesia. Ditargetkan satu data kependudukan itu akan tercapai pada tahun 2030 mendatang. Sebab, dari pelaksanaan SP 2020 tersebut nantinya akan diketahui penduduk berdasarkan domisili dan alamat di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Data juga akan menjadi dasar acuan kegiatan pembangunan di Indonesia, termasuk dalam program pengentasan kemiskinan. “Jadi, SP 2020 ini akan menjadi pintu awal menuju satu data kependudukan di Indonesia,” pungkasnya.

(Setiawan-red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.