GUIDELINES – Oleh : Abdulah Sungkar

Alun-alun Kota Tegal belakangan ini sering jadi bahan berita, selain jl A.Yani yang akan diMalioborokan. Paling mutahir adalah uji coba sirkulasi lalu lintas baru ke dan dari alun-alun kota. Ini akan efektif berlaku per 1 Desember 2019. Konon diharapkan sirkulasi baru ini akan kurangi angka kecelakaan akibat pembongkaran pulau jalan. Tidak ada penjelasan apakah sirkulasi baru ini akan permanen atau tidak.

Agak sulit membayangkan tahun 1910 Frederick Law Olmsted sudah memberikan kritik para pegawai negeri perencana jalan yang seringkali membuat standar jalan yang kaku dan tidak perlu. Kritik ini relevan karena kota terus berubah, baik ukuran, populasi dan pemanfaatan ruangnya. Perubahan ini direspon antara lain dengan perubahan dan penambahan jaringan jalan.

Walaupun bentuk koridor jalan setiap saat dapat berubah untuk disesuaikan dengan kebutuhan kota, tapi tentu saja tidak boleh semau gue. Harus ada standar dan ketentuan yang membatasi dan memberikan panduan norma dan matra koridor jalan. Disiplin Urban Design (Perancangan Kota) menyebut batasan ini sebagai Street Guidelines. Badan jalan tidak berfungsi tunggal sebagai akses, tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan landscape kota. Ini kemudian menjadi sebutan Streetscape.

Selama ini regulasi yang tersedia bagi Pemerintah Kota adalah UU LALIN dan Jalan Raya, dan hanya membagi kelas,fungsi, dan dimensi jalan. Sedangkan karakter serta arsitektur koridor jalan tidak diatur lebih rinci. Sementara ini guidelines dihasilkan dari kebutuhan Ad-Hoc untuk menyesuaikan design yang dikehendaki oleh para birokrat perencana. Sehingga satu ruas jalan dengan ruas jalan hanya terkoneksi sebagai akses ke dan dari, bukan kesatuan atau keragaman karakter dan arsitektur jalan kota.

Saran penulis sebaiknya Pemerintah Kota Tegal menyusun guidelines bagi pembangunan jalan kota dari aspek karakter dan arsitekturnya, guna melengkapi regulasi perundangundangan dan aturan derevasinya. Untuk keperluan ini pemkot harus sudah menyeledaikan regulasi perencanaan ruang kota, seperti RTRW dan RDTRK serta zoning text yang reponsif terhadap perubahan dan kebutuhan kota serta masyarakatnya. (Wawan Hoed/Red1)

2 thoughts on “GUIDELINES – Oleh : Abdulah Sungkar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *