Tiga Ruang Kelas SMKN 2 Songgom Ambruk Diterjang Puting Beliung

BREBES – Tiga ruang kelas SMK Negeri 2 Songgom, di Desa Karangsembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, ambruk akibat diterjang angin puting beliung, Minggu sore (24/11). Bangunan yang masih dalam proses pekerjaan itu bahkan kondisinyabrata dengan tanah.

Selain bangunan sekolah, terjangan angin berkecepatan tinggi itu, juga merusak dua rumah warga dan sebuah bangunan penggilingan padi (ricemil). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun pihak sekolah diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Hingga kemarin, bangunan sekolah yang ambruk masih dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan penyebab ambruknya tersebut.

Supriyo (51), Sekretaris Desa (Sekdes) menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00. Sebelum angin puting beliung menerjang, wilayahnya tengah diguyur hujan. Tak lama berselang, datang angin sangat kencang hingga merobohkan bangunan sekolah dan merusak beberapa rumah warga. “Kejadiannya sangat cepat. Begitu angin puting beliung menerjang, saya dilapori warga ada sekolah yang ambruk. Saat saya cek ternyata tig ruang kelas di SMKN 2 Songgom yang masih dalam pengerjaan,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMKN 2 Songgom, Giyato kepada wartawan menjelaskan, tiga ruang kelas yang ambruk itu masih dalam proses pembangun. Bahkan, saat ini kondisi bangunannya baru mencapai 80 persen. “Ruang kelas ini masih proses pembangunan dan baru mencapai 80 persen. Jadi, tidak ada korban saat ambruk diterjang puting beliung,” ujarnya, Senin (25/11).

Dia mengungkapkan, pembangunan ruang kelas itu berasal dari dana sumbangan orang tua siswa atau peran serta masyarakat (PSM) tahun 2018/2019 melalui komite sekolah. Proses pembangunannya dilakukan swakelola dan dimulai sejak 2017 lalu secara bertahap. Dimulai dari pembuatan pondasi, dilanjutkan pengurukan. “Ini kami lakukan karena keterbatasan anggaran, pembangunan baru bisa dilanjutkan 2019 ini,” jelasnya.

Sementara, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Cabang XI Tegal, yang mengecek ke lokasi memperkirakan kerugian akibat ambruknya tiga ruang kelas tersebut mencapai Rp 180 juta.”Kerugian kami taksir mencapai Rp 180 juta,” kata Kepala Cabang XI Tegal Disdikbud Jateng, Syamsudin.

Dia mengatakan, atas ambruknya bangunan ruang kelas tersebut, Pemprov Jateng melalui Inspektorat telah turun melakukan penyelidikan penyebabnya bangunan tersebut. “Ini yang pasti karena angin kencang. Tapi, mengenai penyebab lain, sedang dalam penanganan Inspektorat Jateng dan Satreskrim Polres Brebes,” tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Songgom, Iptu Sunarto mengatakan, selain merobohkan bangunan tiga ruang kelas, angin puting beliung juga merusak empat ruang kelas lainnya. Selain itu, dua rumah warga dan satu ricemil juga rusak. Yakni, rumah milik Tabun (75) dan Brosot (40), keduanya warga Desa Karangsembung. Kemudian, ricemil milik Darminto (50), juga warga Desa Karangsembung. “Tidak ada korban jiwa, tetapi perhitungan sementara total kerugian kurang lebih Rp 260,4 juta,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.