Parkir Liar dan Pedagang Depan Pasar Pagi Tegal Ditertibkan

* Ruas Jalan Menyempit,
Ganggu Lalu Lintas Kendaraan

TEGAL – Parkir liar dan pedagang yang selama ini berada di trotoar dan bahu jalan di Jl Jenderah Ahmad Yani, atau depan Pasar Pagi Kota Tegal, ditertibkan Tim Gabungan dari Sat Lantas Polres Tegal Kota, Dishub, Sub Denpom IV/1-3, Pomal, dan Satpol PP, Jumat (15/11).

Meski gebrakan penertiban berlangsung hanya satu setengah jam, mulai pukul 09.00 hingga pukul 10.30, tapi cukup menggagetkan pedagang, pemilik sepeda motor dan petugas parkir.

‘Ya trotoar dan bahu jalan di Jl Jenderal Ahmad Yani juga di depan Pasar Pagi, tidak boleh untuk tempat berjualan. Juga tidak boleh sembarangan untuk parkir kendaraan seperti sepeda motor,” terang Kasat Lantas Polres Tegal Kota AKP Ben Aras didampingi Kanit Dikyasa Ipda I Nengah Sukadana.

Dalam melakukan penertiban, tim gabungan juga memberikan pemahaman soal ketertiban lalu lintas dan aturan berjualan yang telah ditentukan lewat Perda Kota Tegal. Bahkan petugas parkir juga diberi pembinaan agar tidak menerima parkir di depan pasar tradisional tersebut. Tapi diarahkan di lokasi yang sudah ditentukan.

Jalan Menyempit

Akibat banyaknya pedagang yang membuka lapak di lokasi tersebut, ditambah dengan banyaknya kendaraan parkir, mengakibatkan ruas jalan untuk lalu lintas kendaraan menyempit.

Hal itu juga berakibat, lalu lintas kendaraan sering tersendat, dan berkesan semerawut. Di sisi lain, sejumlah pedagang yang berjualan di dalam pasar juga mengeluh. Karena banyak warga yang memilih berbelanja di pinggir jalan tersebut.

Sementara itu, tim gabungan juga menemukan warga yang pergi berbelanja ke pasar itu, dengan mengendarai sepeda motor, tidak memakai helm. Bahkan ada yang lupa tak membawa STNK maupun SIM C.

”Penegakan hukum tetap kami lakukan. Ya ditilang. Tapi pelanggarnya ada yang mendapat helm gratis dari Dishub Kota Tegal. Ini agar mereka tak mengulangi kesalahan lagi dalam berkendara,” ucap AKP Ben Aras.

Selain menertibkan pedagang dan parkir liar, sopir angkot yang kerap berhenti dan berbelok seenaknya di depat pasar tradisional itu, juga diperingkatkan. Mereka diminta agar tidak berhenti di depan pasar, tapi di lokasi yang sudah ditentukan.(Riyono Toepra-red07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *