Saka Tegal Maring Taj Mahal India

 

TEGAL-Puisi Tegalan menerabas batas wilayah dan negara. Sepekan lalu, seniman Tegalan Tambari Gustam dan Inang Winarso beraksi membacakam puisi Tegalan di Grenada, Spanyol.

Kali ini Dr. Maufur dari perwakilan Perguruan Tinggi Stikes Bhamada Slawi, Kabupaten Tegal, tak mau kalah berpuisi Tegalan. Di komplek bangunan ternama Taj Mahal, India, ia menderaikan puisi Tegalan karyanya berjudul “Saka Tegal Maring Taj Mahal India” di hadapan para wisatawan asing yang berlalu lalang.

“Saya tidak peduli orang di sekitar Tajmahal tak mudeng atau paham tentang bahasa Tegalan yang saya bawakan. Seperti halnya ketika saya masih kecil, saya pun sering mendengar nyanyian Hindustan meski tak mudeng dengan bahasa India. Toh, lagu-lagu India tetap mengudara,” tutur Maufur, dalam keterangan tertulisnya.

Menurut pengisi kolom Warung Poci, Suara Pantura, Suara Merdeka ini, kendati yang dibacakan tak dipahami oleh mereka, setidaknya bahwa suara dan pembacaan sajaknya telah terekam di ruang angkasa India. “Setidaknya suara dan bahasa lokal ibu saya terekam di ruang angkasa India.”

Tak hanya Maufur yang membawakan sajak itu, salah satu teman dari Jayapura Papua bernama Dr. Arwam Hermanus M. Kes, Direktur Politekes Menkes Jayapura pun didaulat untuk membacakan sajaknya di ruang terbuka.

Hal yang sama, Maufur kembali mendaulat wanita cantik bernama Enji dari Irian untuk membacakan sajak Tegalannya. “Dan mereka ternyata senang dan mau membacakan puisi Tegalan.”

Ditambahkan Maufur, kunjungannya ke India dalam rangka Penandatangan MoU dalam bidang Tridharma Perguruan Tinggi antara Stikes Bhamada Slawi dengan Chitkara University Puncab India.

“Saya selaku Ketua Pengurus Yayasan Trisanja Husada dan sebagai penyelenggara Stikes untuk berkunjuk ke India dalam rangka kerjasama,” pungkas Maufur yang juga dosen Universitas Pancasakti Kota Tegal. (enn/Red4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *