Dinyatakan Lolos, Persab Brebes Putuskan Mundur dari Liga 3

  • Ini Sejumlah Alasannya

BREBES – Persab Brebes memutuskan untuk mundur dan tidak mengikuti kompetisi Liga 3 regional Jawa. Keputusan pahit itu diambil berdasarkan hasil rapat pleno manajemen Persab bersama Askab PSSI dan KONI Kabupaten Brebes, Rabu sore (13/11). Selain karena ketidaksiapan kondisi para pemain, ada beberapa alasan tim berjuluk Laskar Jaka Poleng itu, memilih tidak ikut dalam lanjutan laga Liga 3 tersebut.

Ketua Umum Persab Brebes, Heri Fitriansyah mengungkapkan, dalam putaran Liga 3 regional Jawa Tengah (Jateng), sebenarnya Persab Brebes sudah gugur dan hanya bisa bertahan hingga putaran dua. Namun menyusul adanya keputusan PSSI terkait tambahan kuota tim dari wakil Jawa Tengah yang lolos ke Liga 3 regional Jawa, PSSI Jateng melalui surat resminya menyatakan Persab lolos ke Liga 3 regional Jawa. Surat tersebut baru diterima Persab pada 11 November lalu. Sementara para pemain Persab telah dipulangkan karena awalnya tim sudah gugur. Selain timnya, PSIP Pemalang yang semula telah gugur juga dinyatakan lolos karena masuk enam besar. “Totalnya ada 6 tim yang dinyatakan lolos untuk masuk ke Liga 3 regional Jawa. Yakni, Persiku Kudus, Persekat Tegal, Persebi Boyolali, Persibas Banyumas, PSIP Pemalang dan Persab Brebes,” ungkapnya, Kamis (14/11).

Menyikapi surat PSSI Jateng itu, kata dia, manajemen Persab mengadakan rapat pleto untuk membahas persiapan dan kondisi para pemain. “Dari hasil rapat ini, kami bersama Exco Persab, pengurus Askab PSSI dan KONI Brebes, memutuskan Persab untuk tidak mengikuti Liga 3 regional Jawa tahun 2019. Keputusan ini kami nilai sebagai langkah yang terbaik,” tandasnya.

Menurut dia, ada beberapa pertimbangan dan alasan hingga pihaknya terpaksa menetapkan keputusan pahit tersebut. Pertama, pengumuman resmi PSSI terhadap lolosnya Persab itu hanya memberi waktu sisa 9 hari atau 6 hari efektif, dari jadwal pertandingan. Hal itu membuat manajemen dan tim tidak siap. Apalagi Persab sudah meliburkan pemain dan pelatih sejak akhir September 2019 lalu. Kedua, sesuai regulasi yang ada, pemain Persab saat ini hanya tersisa 18 orang yang sah secara administrasi dengan kondisi fisik yang belum terukur untuk pertandingan Liga 3 sistem home dan away. Ketiga, exco Persab, Askab PSSI dan KONI Brebes tidak dapat menangguhkan anggaran yang sudah disepakati pada Oktober 2019 lalu, tentang percepatan pengembangan bakat atlit dan potensi lokal kabupaten brebes yang sudah berjalan. Di antaranya, Askab PSSI telah mengirimkan 2 team ke Piala Soeratin U-15, Digelarnya kompetisi divisi utama Brebes dan beberapa kegiatan lainnya, termasuk penyegaran wasit serta perangkat pertandingan.

“Pertimbangan kami lainnya, status sanksi Komdis PSSI Jateng kepada Persab Brebes yang melarang menggelar 1 pertandingan di kandang. Kemudian, kondisi Stadion Karangbirahi Brebes yang sedang tahap pembangunan. Ini menjadi alasan dan pertimbangan sehingga kami memutuskan untuk tidak ikut Liga 3 regional Jawa,” paparnya.

Lebih lanjut Heri mengatakan, atas keputusan tersebut, pihaknya siap menerima konsekwensi apapun dari PSSI dan akan segera berkomunikasi dengan PSSI. Pihaknya juga berharap kepada seluruh pecinta bola di Brebes dan para suporter setia Persab untuk bisa memahami keputusan tersebut. “Kondisi ini memang sulit, tetapi harus kami hadapi demi kebaikan Persab Brebes kedepan. Ini juga sudah menjadi keputusan organisasi dan harus kita hormati bersama,” pungkasnya.

(setiawan_red2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *