BREBES – Jajaran Polres Brebes berhasil mengagalkan rencana tawuran yang akan dilakukan puluhan pelajar SMP dan MTs di Kabupaten Brebes, Kamis petang (7/11). Puluhan pelajar yang kedapatan membawa sejata tajam (Sajam) dan minuman keras (miras) tersebut langsung diamankan Satuan Sabhara Polres Brebes.

Dari tangan para pelajar tersebut, polisi mengamankan beberapa jenis senjata tajam dan minuman keras. Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono melalui Kasat Sabhara Polres Brebes, AKP Guritno mengatakan, terbongkarnya para pelajar yang akan tawuran itu berawal dari patroli rutin di wilayah Kecamatan Bulakamba. Saat melaksanakan patroli, anggotanya merasa curiga dengan sekelompok pelajar yang berkumpul. Terlebih, mereka berkumpul saat jam sekolah sudah selesai. “Dari kecurigaan ini, anggota kami mendatanginya dan dilakukan pengecekan. Saat diperiksa, anggota kami menemukan beberapa senjata tajam berupa sabit, parang, gir dan minuman keras. Mereka kemudian langsung kami amankan ke Mapolres Brebes,” katanya.

Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sambung dia, anggotanya juga memeriksa telepon genggam yang di bawa para pelajar pelajar tersebut. Dari pesan di dalam telepon genggam, ditemukan ajakan untuk tawuran melawan kelompok pelajar lainnya di Kecamatan Larangan.”Totalnya ada sebanyak 22 pelajar yang kami amankan ini. Mereka berasal dari beberapa SMP dan MTs di Brebes,” terangnya.

Dari hasil itu, kata dia, para pelajar tersebut kemudian diberikan pembinaan sembari dicukur rambutnya. Untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali, pihak orang tua dan guru juga dipanggil ke Mapolres Brebes.”Kami juga panggil orang tua dan gurunya agar ikut membina mereka. Jika tidak, nanti kasihan kalau salah jalan. Masa depan mereka masih panjang,” sambungnya.

Kasat Sabhara menambahkan, meski hanya menerima pembinaan, tetap bagi para pelajar yang membawa sepeda motor dan tidak bisa menujukan surat-surat kendaraan juga diberikan sanksi tilang. Sementara pelajar yang membawa senjata tajam kemudian tetap diproses di Reskrim Polres Brebes. “Bagi para pelajar yang membawa sepeda motor dan tidak dilengkapi surat-surat kendaraan, kami serahkan ke Lantas untuk dikenai tilang. Sedangkan pelajar yang membawa sajam diproses di Satreskrim,” pungkasnya.

(Setiawan-red2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *