PEKALONGAN – Fatolani (50), seorang kakek warga Jalan Singkarak Kelurahan Kauman Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan, ditangkap petugas Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Itu lantaran, kakek yang tiap harinya berprofesi sebagai pedagang sayur itu, diduga telah mencabuli tiga anak perempuan dibawah umur sekaligus. Perbuatan bejat tersebut dilakukan di teras rumah tersangka, ketika korban sedang bermain di tempat kejadian perkara (TKP). Ketiga korbannya masing-masing berusia lima hingga tujuh tahun.

“Saya khilaf telah melakukan perbuatan tersebut,” tutur tersangka Fatolani, dalam konferensi pers di aula Mapolres Pekalongan Kota, Kamis (7/11) siang. Dikatakan, perbuatannya dilakukan ketika korban, sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya-red), sedang kebingungan saat hendak membeli minuman saat waktu istirahat kegiatan belajar di TPQ. Pelaku yang rumahnya berdekatan dengan lokasi TPQ, menawarkan minuman kepada korban. Setelah itu, korban diajak masuk ke rumahnya dan kemudian dipangku, hingga korban diperlakukan tidak sebagaimana mestinya.

Korban lainnya, juga dilakukannya didalam rumah tersangka. Saat itu, korban Melati (bukan nama sebenarnya-red), yang tengah bermain dengan cucu korban, langsung didekati dan dipegang kemaluannya. Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Egy Andrian Suez menjelaskan, pengungkapan kasus ini berkat partisipasi maupun laporan dari orang tua korban yang melaporkan atas perbuatan tersangka terhadap anak perempuan dibawah umur.

“Akibat perbuatan tersangka, diketahui telah ada tiga korban. Sementara, masih terus didalami kasusnya dan penyelidikan lebih lanjut oleh petugas Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA),” terang kapolres. Tersangka sendiri, kata dia, telah diamankan beserta sejumlah barang buktinya. Pelaku dijerat Pasal 82 ayat 4 Jo pasal 76E sub pasal 82 ayat 1 UU RI No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Tersangka diancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (Kuswandi/Red9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *