Mengaku Pengawas CPNS Pusat Ditangkap

* Diduga Tipu Pendaftar Lebih Dari Rp 33 Miliar

TEGAL – Seorang yang mengaku sebagai Pengawas CPNS Pusat, yakni di Badan Kepegawaian Negara (BKN), ditangkap Tim Unit I Sat Reskrim Polres Tegal Kota. Penangkapan itu, setelah tim reserse memburunya lebih dari dua tahun.

Tersangka Sugiyanto alias Sugiyanto Joyo Kusumo BSc

Tim yang dipimpin Kanit I Sat Reskrim Polres Tegal Kota Ipda Eko Puji Utomo SH, dengan sejumlah personelnya, menangkap buronan tersebut, di rumahnya, di Sleman, DIY, Jumat (4/10).

Buronan itu adalah, Sugiyanto alias Sugiyanto Joyo Kusumo BSc (68). Dia memiliki dua KTP atas nama Sugiyanto dan Sugiyanto Joyo Kusumo BSc. Dengan alamat Jl Tengiri No 24 RT 2 RW 10, Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, DKI Jakarta. Pekerjaan tertulis karyawan swasta.

”Kami menangkap orang yang diduga menipu dan menggelapkan uang pelicin pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) (sekarang bernama Aparatur Sipil Negara-ASN), kemudian ada bukti-bukti cukup kuat,” terang Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKP Agus Budi Yuwono SH MH didampingi Kanit I Ipda Eko Puji Utomo.

Setelah tersangka ditangkap dan dilakukan pengembangan penyidikan atas laporan korban bernama Skr (56) warga Tirto, Pekalongan. Ternyata tersangka dalam sepak terjangnya, mengaku sebagai Pengawas CPNS dari BKN Pusat, untuk mengelabui korban-korbannya. Dari keterangan saksi korban, dan saksi-saksi lainnya, ditemukan bukti, korban penipuan dan penggelapan uang itu mencapai lebih dari 413 orang.

Puluhan Juta

Tiap korban, diduga dimintai uang pelicin mencapai puluhan jura rupiah. Sebagai contoh, korban Skr. Dia memberikan uang sebesar Rp 60 juta ke tersangka Sugiyanto agar anaknya yang lulus SMA dapat diterima sebagai pegawai negeri sipil, untuk perekrutan CPNS tahun 2012-2013 lalu.

Korban pun selain memberikan uang pelicin untuk memperlancar anaknya agar dapat diterima menjadi pegawai negeri, juga memberikan uang pelicin untuk 69 pendaftar atau pelamar menjadi pegawai pemerintah tersebut.

Untuk jumlah uang pelicin, berdasarkan keterangan saksi korban dan tersangka, berbeda-beda sesuai dengan jenjang pendidikan. Untuk lulusan SMA ada yang dimintai Rp 60 juta hingga Rp 80 juta.

Lulusan D3 atau Ahli Madya, uang pelicinnya dipatok sebesar Rp 85 juta. Sedangkan lulusan Sarjana atau Strata 1 (S1) dimintai Rp 90 juta. Saksi dan korban lainnya mengatakan, korban penipuan tak hanya warga Kota Tegal. Tapi warga di luar daerah bahkan sampai ke Jawa Timur. Perhitungan sementara mencapai lebih dari 413 orang.

Bila tiap korban memberikan uang sekitar Rp 80 juta, maka uang yang dikeruk tersangka mencapai Rp 33.040.000.000.
Tersangka menggunakan uang itu untuk foya-foya. Antara lain untuk membeli tiga rumah di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal yang nilainya lebih dari Rp 2,7 miliar.Kini penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut.

Sedangkan tersangka kini ditahan dan dititipkan di Lapas Klas II B Tegal. ”Ada kemungkinan, muncul tersangka lain, tapi penyidik harus mengumpulkan bukti kuat lainnya,” terang Kasat Reskrim AKP Agus Budi Yuwono.(Riyono Toepra-red07).


Korban Menunggu Cukup Lama…

TEGAL – Terbongkarnya kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang pelicin CPNS perekrutan tahun 2012-2013, yang ditangani Unit I Sat Reskrim Polres Tegal Kota, di tahun ini, karena korban penipuan menunggu cukup lama kehadiran pelaku untuk mengembalikan uang tersebut.

AKP Agus Budi Yuwono SH MH

Baru setelah menunggu lama, dan jumlah orang yang diduga tertipu cukup banyak, pelaku sudah sulit dihubungi, korban Skr baru melaporkannya ke penyidik Unit I Sat Reskrim Polres Tegal Kota.

”Memang tahun 2017 sudah muncul info ini. Tapi korban meminta akan melaporkannya secepatnya. Karena ada harapannya uangnya akan dikembalikan sesuai perjanjian semula antara korban dan pelaku. Tapi sampai 2018, ternyata tidak ada hasilnya,” terang Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKP Agus Budi Yuwono SH MH, didampingi Kanit I Ipda Eko Puji Utomo SH.

Karena kasus tersebut termasuk delik aduan, setelah penyidik menerima laporan pengaduan dan mendapatkan bukti-bukti cukup kuat, barulah pelaku diburu. Tapi sampai akhir September tahun ini belum ditemukan jejak keberadan pelaku.

Baru pada pekan pertama Oktober lalu, jejak pelaku ditemukan. Kemudian Tim Unit I Sat Reskrim berangkat ke Sleman, DIY untuk menangkap pelaku Sugiyanto alias Sugiyanto Joyo Kusumo BSc (68).

Sistem Berantai

Hasil pengembangan penyidikan, pelaku menerapkan sistem berantai dalam menggaet korban-korbannya. Contohnya, bila ada satu orang yang akan menitipkan anaknya agar dapat diterima sebagai CPNS, maka diminta agar dapat menjadi pengumpul bagi pendaftar lainnya.

Seperti dialami korban Skr, dia selain menitipkan anaknya agar dapat diterima menjadi pegawai negeri dengan uang pelicin, dia juga diminta menjadi pengumpul uang dan pendaftaran bagi pendaftar lainnya.

Tindakan Sugiyanto itu, ibarat jebatan Batman. Karena begitu uang terkumpul untuk 70 orang ditangan Skr, dan diserahkan ke pelaku, tentu pendaftar lainnya akan menagih janji ke Skr.

Pengumpul uang pelicin dan pendaftaran pegawai itu, awalnya bisa bersikap sabar ketika sudah sekian lama, tidak ada kejelasan informasi tentang pengumunan penerimaan CPNS dari BKN Pusat. Apalagi sesuai janji, bila tak diterima uang pelicin itu akan dikembalikan.

Karena didesak terus oleh korban-korban lainnya, dan sulit untuk mengembalikan uang yang nilainya cukup besar, Skr akhirnya melaporkan ke Unit I Sat Reskrim Polres Tegal Kota.

Setelah ada laporan dari korban, akhirnya dilakukan penyidikan. Tapi tersangka dapat ditangkap tahun ini. ”Jadi ini yang membuat kasus dugaan penipuan CPNS 2012-2013, baru dapat ditangani sekarang,” terang Kanit I Sat Reskrim Ipda Eko Puji Utomo SH.

Sebagai catatan, tahun 2012-2013 masih menggunakan istilah CPNS. Kemudian istilahnya berganti menjadi CASN. Karena sebutan Pegawai Negeri Sipil (PNS), sekarang telah berubah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).(Riyono Toepra-red07)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.