Edarkan Tembakau Gorila, Oknum Driver Ojek Online Ditangkap

TUNJUKAN BARANG BUKTI : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez, didampingi Kasatresnarkoba AKP Rohmat Ashari, menunjukan barang bukti tiga paket tembakau gorila, sejumlah pil riklona, dan pil hexymer, dalam konferensi pers kasus penyalahgunaan narkotika di aula Mapolres setempat, Kamis (31/10). SMPantura/Kuswandi

 

PEKALONGAN – M Kamaludin (20), seorang pemuda yang tiap hari berprofesi sebagai driver ojek online ditangkap Satuan Reserse dan Narkoba Polres Pekalongan Kota. Laki-laki yang diketahui warga Desa Pacar Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan ditangkap, lantaran kedapatan mengedarkan tembakau gorila, pil riklona dan pil hexymer. Dia ditangkap di Jalan Urip Sumoharjo Kelurahan Medono Kota Pekalongan, ketika hendak mengedarkan barang-barang tersebut, Selasa (29/10) pukul 14.40 Wib.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez, dalam konferensi pers, Kamis (31/10) siang mengatakan pengungkapan kasus dimaksud berawal dari informasi dari berbagai sumber dan masyarakat dan dikembangkan oleh anggota dilapangan. Dari hasil penyelidikan, pemuda tersebut diduga kuat kerap mengedarkan barang haram dimaksud. Kemudian, disela-sela penyelidikan, petugas mendapat informasi, akan ada transaksi narkotika. Setelah diintai, ternyata benar adanya, dan berhasil menangkap tersangka di Jalan Urip Sumoharjo, beserta sejumlah barang buktinya.

“Selain menangkap tersangka, diamankan pula barang bukti tiga paket tembakau Gorilla seberat 30,46gram, satu bungkus tembakau seberat 40,18 gram, tiga butir Riklona, satu botol pil Hexymer berisi ratusan butir, satu unit ponsel serta satu buah tas slempang,” terang AKBP Egy Andrian Suez, didampingi Kasatresnarkoba AKP Rohmat Ashari. Akibat perbuatannya, pemuda yang tangan kirinya dipenuhi tato itu hingga tadi siang masih menjalani pemeriksaan intensif guna proses hukum selanjutnya. Tersangka sendiri dijerat Pasal 112 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Permenkes RI No 44 tahun 2019 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika didalam lampiran UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 UU RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. “Tersangka diancaman hukuman pidana penjara maksimal dua belas tahun penjara ,” pungkasnya. (Kuswandi/R9)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.