Revitalisasi Alun-Alun Menjadi Catatan DPRD

TEGAL – Revitalisasi Alun-Alun Kota Tegal yang diperkirakan membutuhkan anggaran mencapai sekitar Rp 8 miliar menjadi catatan DPRD Kota Tegal. Hal itu terungkap saat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun 2020 antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Kota Tegal dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD yang dilaksanakan di Hotel Swiss Bell Kota Cirebon, Sabtu (26/10).

Menurut Wakil Ketua DPRD, Habib Ali Zaenal Abidin, untuk revitalisasi alun-alun Detail Engineering Design (DED) saat ini baru dibuat. Tahap selanjutnya setelah DED dilakukan pengajuan anggaran. “Seharusnya sebelumnya diadakan pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat serta memperhatikan nilai historis juga kajian filosofisnya dan dampak sosial termasuk kemampuan keuangan daerahnya harus dipertimbangkan,” katanya.

Dia mengemukakan, dari catatan DPRD yang disampaikan dalam pembahasan, semua usulan dari TAPD tidak semua disetujui karena setiap pembangunan harus diawali dengan DED yang jelas. Sementara revitalisasi alun-alun untuk DED-nya baru mulai dikerjakan 15 Oktober 2019. Itupun belum melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama. “Kebijakan pembangunan di daerah harus mendapatkan persetujuan masyarakat, juga melihat kemampuan keuangan daerah dan di dalam rencana pembangunan harus mengutamakan kebutuhan pelayanan dasar masyarakat yang menjadi skala prioritas,” tegasnya.

Sementara itu, dalam rapat kerja antara TAPD dan Banggar DPRD Kota Tegal telah dilakukan persetujuan bersama rancangan KUA-PPAS 2020. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota, Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota, Muhamad Jumadi, Ketua TAPD, Imam Badarudin dan anggotanya serta Ketua DPRD, Kusnendro dan jajarannya.

Wakil Wali Kota, Muhamad Jumadi menyampaikan, rapat pembahasan KUA PPAS telah berjalan dengan baik dan sudah ada titik temu kesepakatan terutama pada program unggulan pemerintahan Dedy – Jumadi. ” Meski masih ada catatan dari Dewan, namun hal itu tidak menjadi masalah. Yang terpenting hasil pembahasan menunjukkan telah terjalin sinergitas yang baik antar eksekutif dan legislatif dalam kepentingan bersama membangun daerah,” katanya. (Wawan Hoed/Red1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.