12.819 Pelaku Usaha Masuk Data Sidaus Pemkab Brebes

  • Aplikasi Online Diluncurkan Bupati

BREBES – Sebanyak 12.819 pelaku usaha di Kabupaten Brebes, kini telah masuk dalam data base program Sistem Informasi Pendataan Usaha (Sidaus) Pemkab Brebes. Aplikasi pendataan secara online itu resmi diluncurkan Bupati Brebes, Idza Priyanti di Pendapa Kabupaten Brebes, Senin (14/10).

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Brebes, Ratim mengatakan, aplikasi data secara online itu diluncurkan sebagai upaya menekan banyaknya pelaku usaha yang belum mengintongi izin. Dari data pelaku usaha yang terkumpul itu nantinya akan menjadi big data, sebagai salah satu persiapan menghadapi penetapan Kawasan Industri Brebes (KIB). Di sisi lain, basic data tersebut juga dibutuhkan untuk mempermudah Pemkab dalam pengambilan kebijakan, sehingga bisa mempercepat pembangunan daerah.

“Kami meluncurkan aplikasi ini karena hingga kini belum mempunyai basic data usaha dan ini sangat dibutuhkan menyusul perkembangan dunia industri di Brebes. Apalagi, Brebes kini sudah ditetapkan sebagai kawasan industri,” ungkapnya.

Menurut dia, sebelum diluncurkan, sistem Sidaus itu sudah dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Yakni, diawali dengan pembentukan petugas, sosialisasi kepada masyarakat hingga pelaksanaan proses pendataan. Hasil sementara, diketahui saat ini ada sebanyak 12.819 pelaku usaha di Brebes yang telah masuk sistem Sidaus tersebut. Jumlah itu meliputi pelaku usaha kecil, menengah hingga besar. Data tersebut juga akan terus berkembang karena belum seluruhnya pelaku usaha terdata. Diperkirakan jumlah pelaku usaha di Brebes seluruhnya mencapai dua kali lipat dari jumlah pelaku usaha yang terdata atau mencapai sekitar 24.000 pelaku usaha. “Pendataan kami lakukan di seluruh wilayah kecamatan di Brebes, dengan melibatkan 297 orang petugas dan 297 orang pengawas. Saat ini pendataan masih berjalan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, melalui aplikasi itu nantinya masyarakat bisa mengakses secara online terhadap kebutuhan informasi usaha. Dari sistem tersebut juga akan diketahui mana-mana pelaku usaha yang belum berizin atau izinnya telah habis. “Aplikasi ini akan terus kami kembangkan dan datanya akan terus berubah,” ujarnya.

Sementara Bupati Brebes, Idza Priyanti mengatakan, adanya aplikasi itu nantinya Pemkab Brebes akan mampu mendata para pelaku usaha di wilayahnya secara online dan benar. Termasuk, akan diketahui juga para pelaku usaha yang belum mengantongi izin atau izinnya telah habis. Tak hanya itu, masyarakat luas juga bisa mengetahui langsung data pelaku usaha di Brebes karena sistemnya dibuat online. Bagi para pelaku usaha yang belum mengantongi izin, pihaknya melalui para camat akan terus mensosialisasikan aplikasi Sidaus agar mereka bisa memproses perizinannya. “Yang terpenting lagi dari adanya aplikasi Sidaus ini, kami bisa meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor usaha. Kami juga bisa mendorong para pelaku usaha untuk dapat ikut meningkatkan ekonomi masyarakat di Brebes,” pungkasnya.

Sementara dari hasil penelusuran SMpantura.com, meski telah resmi diluncurkan ternyata aplikasi Sidaus belum ada di sistem playstore. Saat SMpantura.com mencoba mencari melalui google juga belum ditemukan. Setelah dikonfirmasikan ke DPMPTPS, ternyata aplikasi Sidaus baru akan diupload di playstore pada kamis depan.

(Setiawan-red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.