Deteksi Dini Narkoba, Petugas Rutan Pekalongan Jalani Tes Urine

JALANI TES URINE : Salah satu petugas Rutan Kelas IIA Pekalongan, menjalani proses tes urine yang dilakukan BNN Batang di Rutan setempat, Jumat (11/10) pagi. Foto : SMPantura/Kuswandi

 

PEKALONGAN – Petugas Rutan Kelas IIA Pekalongan menjalani tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Batang di Rutan setempat, Jumat (11/10) pagi. Kegiatan yang diikuti seluruh pegawai Rutan dan Rupbasan tersebut dilakukan dalam rangka deteksi dini sekaligus menekan penyalahgunaan narkoba. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan sosialisasi oleh BNN Batang sebagai bentuk pencegahan terkait pengetahuan bahaya narkoba. Dalam pelaksanaan tes urine, masing-masing petugas diambil sample urine-nya, yang kemudian dites apakah terindikasi mengkonsumsi narkoba atau tidak.

Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Anggit Yongki Setiawan menjelaskan, kegiatan tes urine diikuti 55 pegawai Rutan dan sebelas pegawai dari Rupbasan Pekalongan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba, khususnya bagi pegawai di lingkungan Rutan Pekalongan. Kegiatan tersebut juga mendasari adanya surat edaran dari Dirjen Pemasyarakatan, untuk Lapas, Rutan, Rupbasan dan lembaga lainnya agar secara serentak melakukan tes urie terhadap masing-masing pegawainya. “Ini sebagai bentuk deteksi dini, terhadap penyalahgunaan narkoba,” terang Anggit, disela-sela pelaksanaan tes urine.

Disamping tes urine, lanjut dia, juga diberikan sosialisasi pengetahuan terkait bahaya narkoba yang disampaikan oleh BNN Batang. Pihaknya berharap, melalui tes urine , jika ada yang terindikasi, maka dapat dilakukan pembinaan lebih lanjut. “Maka, dilakukan deteksi dini, dari pada jika ada yang terpapar, maka sudah barang tentu penanganannya justru lebih sulit,” imbuhnya. Sementara, ditanya terkait antisipasi masuknya narkoba di Rutan, pihaknya menegaskan terus secara berkala dilakukan penggeledahan maupun sidak di masing-masing sel, disamping memperketat barang bawaan di pintu masuk maupun di ruang kunjungan. “Dalam satu bulan, minimal dilakukan sepuluh kali penggeledahan, itu pun masih kuning. Jika, sudah dilakukan lebih dari sepuluh kali penggeledahan dalam sebulan, baru bisa dikatakan hijau,” tegasnya.

Sementara, Kepala BNN Batang AKBP Windarto menyatakan, setiap instansi diharapkan memiliki inisiatif melakukan deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba melalui tes urine. Oleh sebab itu, pihaknya sangat apresiasinya terhadap Rutan Pekalongan yang telah melaksanakan pemeriksaan tes urine kepada pegawainya secara mandiri. Dijelaskan, dari hasil tes urine tersebut, tidak ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan narkoba alias negatif. “Pada prinsipnya, para bandar narkoba menyasar tidak mengenal profesinya apa. Oleh sebab itu, lebih baik mencegah dari pada memberantas,” pungkas Windarto. (Kuswandi/Red9)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.