Mahasiswa D4 TI PHB Tegal Juara 1 Nasional

* Sajikan Aplikasi Ronda On Line

TEGAL – Pundi-pundi prestasi yang ditorehkan mahasiswa Prodi D4 Teknik Informatika (TI) Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tegal, kini terus bertambah. Itu ditunjukkan dengan satu prestasi lagi, yang diraih di ajang tingkat nasional.

Prestasi dimaksud, Tim Tawakal Prodi D4 TI perguruan tingginya, menjadi Juara 1 Nasional di kompetisi tahunan, saat Grand Final ”Event Encode 2019 – Discovery 6”. Ajang itu digelar di Auditorium Fakultas Ilmu Komputer Universitas Negeri Jember, pekan lalu.

”Ini sungguh membanggakan kami. Sebab prestasi tingkat nasional terus diraih dan ditunjukkan mahasiswa D4 TI PHB Tegal. Di sisi lain, ini juga menunjukkan kualitas mahasiswanya selama berkuliah di perguruan tinggi kami, dengan mampu bersaing ketat dan meraih juara di kompetisi tahunan ini,” ucap Direktur PHB Tega. Mc Chambali BEng EE MKom, didampingi Kaprodi D4 TI Ginanjar Wiro Sasmito.

Kebanggaan dan apresiasi positif yang diletupkannya, bukan tanpa alasan kuat. Sebab di event skala nasional bertajuk “Realized Industrial Revolution 4.0 and SDG’s through ICTs”, yang digelar Himpunan Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Negeri Jember (UNEJ) Jatim, pesertanya dari mahasiswa perguruan tinggi ternama di tanah air.

Ginanjar Wiro Sasmito yang juga dosen pembimbing tim yang diterjunkan di event itu menambahkan, di event tersebut ada dua rangkaian kompetisi informasi dan teknologi. Pertama, Olimpiade TI untuk tingkat SMA sederajat. Kemudian Cipta Karya Teknologi untuk mahasiswa dan umum.

Prodinya mengirim tiga mahasiswanya, yang tergabung dalam ”Tim Tawakal”. Tim itu bertarung di kategori Cipta Karya Teknologi, dengan tema yang ditentukan panitia dan juri, berupa Software Development.

Tiga mahasiswanya adalah Azka Wildan Mukholladun, Novianto Arief Wibowo, Ali Budi Purnomo. Mereka terjun di kompetisi itu, sejak mulai pendaftaran pada Juni, dan grand final pada awal Oktober tahun ini.

Bersaing Ketat

Kerja keras dan kesungguhan yang ditunjukkan tim itu, pun tak sia-sia. Sebab saat grand final, dan bersaing ketat dengan tim dari perguruan tinggi ternama, mereka mampu meraih Juara 1.

Sementara itu, tim yang bersaing di babak akhir, berasal dari Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Banyuwangi, Politeknik Negeri Surabaya, dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Keunggulan yang ditunjukkan Tim Tawakal, yakni saat paparan berupa, efektivitas produk dan rekayasa aplikasi yang disajikan. Juri pun menilai baik dari sisi kegunaan dan kualitas produk yang dibuat tim itu.

Yakni berupa produk software ”Aplikasi Mobile”, yang diberi nama ”RoLine” atau kepanjangan dari Ronda On line. Menurut Azka, Novi dan Ali (Sapaan akrab anggota tim itu), produknya merupakan platform aplikasi android yang digunakan untuk manajemen Ronda. Kemudian terintegrasi dengan Warga, pengurus RT, RW, Kelurahan, Kecamatan hingga tingkat Kabupaten.

Aplikasi tersebut, terdiri atas berbagai macam fitur. Seperti penjadwalan ronda, pengingat ronda, denda, rekapitulasi denda, hingga penilaian Warga, RT, RW, Kelurahan yang teraktif menjalankan ronda.

Lebih menarik lagi, aplikasinya telah memanfaatkan IoT (Internet of Things). Seperti alarm di setiap akun saat ada kejadian. Seperti bencana atau tindak kriminal. Juga telah memanfaatkan QR Code untuk absensi Ronda.

Ginanjar Wiro Sasmito meski bangga atas prestasi mahasiswanya di ajang itu, dia tak lantas berpuas diri. Karena masih ada target untuk menyempurnakan aplikasi tersebut. Antara lain, dengan menerapkan video atau image recognition. Yakni, saat disorot kamera CCTV, dapat mengenali wajah seseorang, juga pengembangan penerapan Artificial Intelligence lainnya.

Dia juga memiliki harapan besar pada mahasiswanya. Salah satunya, agar pencapaian itu dapat menggugah semangat dan kreativitas mahasiswa lainnya, untuk lebih berminat dalam mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

Karena itu dapat menjadi tolok ukur keberhasilan daya serap mahasiswa terhadap kurikulum, maupun materi kuliah yang diberikan dosen. Di sisi lain, juga dapat mengangkat citra maupun nilai tawar mahasiswa, dosen, prodi dan kampus di kancah nasional.(Riyono Toepra-red07)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.