17 Rekanan Ditegur TP4D Lantaran Progres Pekerjaan Tak Sesuai

BREBES – Sebanyak 17 rekanan proyek pembangunan yang bersumber dari APBD Kabupaten Brebes tahun 2019, mendapat surat teguran dari Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Brebes. Surat teguran dilayangkan TP4D lantaran progres pekerjaan yang  dilaksanakan, tidak sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.

“Sebagai tidak lanjut dari hasil monitoring kami (TP4D) bersama inspektorat, ada sebanyak 17 rekanan yang kami tegur. Ini lantaran progres pekerjaannya tidak sesuai jadwal dan mengalami keterlambatan,” ujar Ketua TP4D Kabupaten Brebes Hardiansyah, Selasa (1/10), di kantornya.

Dia mengatakan, sesuai prosedur surat teguran itu pihaknya layangkan melalui masing-masing Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom). Kemudian, PPKom meneruskan kepada rekanan yang bersangkutan. Dalam surat teguran itu, TP4D juga meminta agar pekerjaan dipercepat sesuai dengan jadwal skedual yang telah direncanakan. “Dari 17 rekanan yang kami tegur ini, mayoritas proyek pekerjaan jalan. Setelah surat dilayangkan dan kami cek kembali di lapangan, dari 17 rekanan ini 100 persen pekerjaannya sudah dikebut. Saat ini progresnya sudah sesuai dengan jadwal rencana,” ungkapnya.

Menurut dia, kewenangan TP4D dalam proses pembangunan itu menjadi proteksi bagi PPKom. Artinya, pekerjaan yang tidak sesuai dengan rencana akan langsung diperingatkan melalui PPkom. Bahkan, pemantauan dilakukan secara merata dan setiap minggu harus ada laporan perkembangannya. “Jadi, kami tidak main-main dalam persoalan ini. Jika ada renanan yang memandel dan sudah mendapat surat teguran 3 kali tidak ditanggapi, kami akan lakukan sanksi putus kontrak. Ini sudah kami terapkan saat pelaksanaan proyek tahun 2018 lalu. Ada dua rekanan yang terpaksa diputus kontrak, yakni proyek di RSUD Bumiayu dan pembangunan Jempatan Plompong Kecamatan Sirampog,” paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, di tahun 2019, TP4D Kejari Brebes dan Inspektorat melakukan pengawasan serta kontroling terhadap 59 paket pekerjaan dengan nilai mencapai Rp 180 milliar. Jumlah itu bertambah cukup signifikan seiring tingkat kepercayaan dinas terkait dalam melaksanakan pembangunan proyek yang bersinergi dengan Inspektorat dan TP4D. “Jadi jangan ada anggapan lagi misal PPKom ada ketakutan akan melakukan hal seperti ini atau itu. Ayo kita bersama-sama membangun, adanya TP4D ini timbul semangat baru untuk merealisasikan dengan tepat waktu dan berkualitas baik. Tapi, kalau ada yang tidak sesuai tetap kita langsung tegur dan secepatnya dilakukan perbaikan,” pungkasnya.

(Setiawan-red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.