D3 Akuntansi PHB Tegal Tampung Masukan

* Soroti Mata Kuiah Perbankan

TEGAL – Upaya memperbaiki kualitas pendidikan di Prodi D3 Akuntansi Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tegal, kini gencar dilakukan. Salah satunya dengan menggelar diskusi terbatas, dengan menggundang stakeholder di bidang akademik. Baik dari kalangan dunia usaha maupun industri.

Diskusi yang digelar di aula Kampus 1 perguruan tinggi vokasi itu, pekan lalu, juga mengundang sejumlah penggguna lulusan prodi tersebut, juga lulusan yang kini telah bekerja di sejumlah perusahaan nasional.

”PHB Tegal, khususnya di Prodi D3 Akuntansi, akan menampung apa saja masukan yang diberikan para stakeholder, pengguna lulusan dan alumni yang tersebar di sejumlah daerah di tanah air, dan telah bekerja di sejumlah perusahaan.

PESERTA DISKUSI : Sejumlah peserta diskusi terbatas, berfoto bersama jajaran dosen Prodi D3 Akuntansi PHB Tegal.(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

Salah satunya, ini dalam rangka memperbaiki dan memperkuat kurikulum yang sudah ada,” terang Wakil Direktur (Wadir) I Bidang Akademik perguruan tinggi itu, Arfan Haqiqi Sulasmoro MKom, saat membuka diskusi dan pertemuan tersebut.

Dia berharap dengan pertemuan seperti itu, selain kurikulum di prodi tersebut dapat terus dipertajam pengguna lulusan, stakeholder dan alumni, juga dapat terjalin kerja sama antara para pihak tersebut dengan kampusnya.

Wadir I juga berharap lulusan prodi tersebut dapat mengikut perkembangan. Khususnya di Era Revolusi Industri 4.0, yang tantangannya cukup besar. Lebih penting lagi adalah para pengajar dan mahasiswanya. Agar dapat menyiasati dalam mengadapi perkembangan tersebut.

Berpeluang Luas

Menurut dia, lulusan akuntansi memang berpeluang luas untuk diserap di dunia kerja. Karena sistem perkuliahannya lebih menonjolkan praktik untuk memperkuat kemahiran maupun ketrampilannya dibidang akuntansi.

Antara lain, mahasiswa terus dibekali alat bantu audit dalam hal sampling. Juga mengaplikasikan data. Contohnya, Audit Command Language atau aplikasi lainnya, yang kini telah banyak dipraktikkan mahasiswa.

Krtitik menarik datang dari Pengembangan Program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal Wakhyudin MSc. Dia menyentil mata kuliah perbankan. Menurut dia, mata kuliah itu sebaiknya ditambah pengenalan materi bank, dan lembaga keuangan nonbank.

“Kita butuh pendidikan yang dapat langsung mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari di kampus. Selain itu, perlu menyiapkan lulusan agar dapat lebih siap untuk menjadi wirausaha,” ucap dia.

Peninjauan kurikulum tersebut, lanjut dia, juga bertujuan untuk mengetahui respons atau tanggapan dari para pengguna lulusan. Karena itulah, perusahaan pengguna lulusan, alumni maupun stakeholder dapat memberi masukan dan evaluasi agar selalu ada perkembangan di tahun-tahun yang akan datang.

Kaprodi D3 Akuntansi PHB Tegal Yeni Priatna S MSi AK Ca mengatakan, prodinya telah membekali lulusannya dengan uji kompetensi. “Kompetensi yang telah diberikan, juga telah sesuai dengan kompetensi yang diharapkan masyarakat dan stakeholder, selama ini,” tandas dia.

Karena itulah dia cukup optimis, lulusan prodinya akan mampu bersaing ketat dan berpeluang besar mudah diserap di pasar kerja. Apalagi dalam berbagai kesempatan, kurikulumnya terus dipertajam dan diperkuat, dengan masukan yang disampaikan stakeholder, pengguna lulusan dan alumni.(Riyono Toepra-red07)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.