Demo, Seribu Mahasiswa Kepung Halaman Depan Kantor Bupati Brebes

  • Tolak Revisi UU KPK dan RUU KUHP

BREBES – Sekitar seribu mahasiswa dari berbagai kampus di Kabupaten Brebes mengepung halaman depan Kantor Bupati Brebes, dalam aksi unjukrasa untuk menolak revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Rancangan Undang-undang (RUU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), Rabu (25/9). Para pendemo yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Brebes itu, juga mendesak Bupati Brebes Idza Priyanti dan Ketua DPRD Brebes, M Taufiq untuk menandatangani surat dukungan penolakan tersebut.

Dalam aksinya, para mahasiswa semula berkumpul di Alun-alun Kota Brebes. Mereka kemudian melakukan long mach ke Kantor Bupati Brebes, di Jalan P Diponegoro, yang berjarak sekitar 500 meter. Mereka long mach sambil mengusung keranda mayat dan membentangkan sejumlah poster tuntutan. Tiba di Kantor Bupati, para mahasiswa langsung mengepung halaman depan kantor pemerintahan tersebut. Mereka juga menggelar mimbar bebas di depan Kantor Bupati.

Para mahasiswa dalam orasinya menyampaikan tujuh poin tuntutannya. Yakni, menuntut DPRD Brebes mendorong DPR RI membatalkan Revisi KUHP, Menuntut DPRD Brebes untuk menyuarakan percepatan Judical Review revisi UU KPK ke Mahkamah Konstitusi dan Menuntut DPRD Brebes untuk selalu menjalankan  kewajiban sebagai wadah aspirasi rakyat Brebes. Kemudian, Menolak Pemberlakuan UU
KPK dan Presiden segera mengeluarkan peraturan pengganti undang-undang, Menolak RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan dan RUU Minerba serta Mendesak DPR dan MPR segera menggelar sidang istimewa untuk membahas RUU bermasalah yang tidak pro rakyat dan mengancam keberlangsungan demokrasi Indonesia.

“Tolak revisi UU KPK, tolak RKUHP. Kami datang ke sini (Kantor Bupati-res) untuk bertemu Bupati Brebes. Bupati kami minta menandatangani penyataan dukungan ini. Kami tunggu hingga Bupati keluar,” teriak salah seorang pendemo dalam orasinya.

Di Kantor Bupati, para mahasiswa berkeinginan untuk menemui Bupati. Namun keiinginan tersebut tidak terpenuhi karena Bupati Brebes sedang berada di luar kota. Para pendemo akhir ditemui Asisten I Sekda Pemkab Brebes Athoillah. Aksi para mahasiswa tersebut mendapat pengamanan ketat dari jajaran Polres Brebes. Bahkan, Polres mendatangkan bantuan personel Brimob dari Pekalongan dan Purwokerto. Aksi yang dilakukan para mahasiswa itu juga nyaris menutup jalur pantura. Kendaraan hanya bisa melintas di satu lajur, karena lajur lain digunakan mahasiswa untuk berunjukrasa. Tak hanya itu, untuk mengantisipasi kemacetan di jalur pantura, pihak kepolisian mengarahkan kendaraan berat seperti truk untuk melintas melalui tol Pejagan-Brebes.

Usai berunjukrasa di Kantor Bupati sekitar satu jam lebih, para mahasiswa kemudian bergerak melanjutkan aksinya di Gedung DPRD Brebes. Di tempat itu mereka juga berorasi dan mendesak para wakil rakyat memberikan dukungan atas tuntutan tersebut. Asisten I Sekda Pemkab Brebes, Athoillah mengatakan, prinsip Pemkab Brebes akan menindaklajuti dan meneruskan apa yang menjadi aspirasi para mahasiswa. Sedangkan untuk permintaan surat dukungan, pihaknya siap memfasilitasi. Jika konsep surat belum dibuat, maka harus menunggu satu atau dua hari dan surat dukungan akan diserahkan kepada para mahasiswa. Namun jika konsep surat sudah dipersiapkan, saat ini juga pihaknya mewakili Bupati siap menandatanganinya. “Secara prinsip Pemkab Brebes akan menindaklanjuti dan meneruskan aspirasi para mahasiswa ini ke pemerintah pusat,” jelasnya.

(setiawan-red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.