Belasan Remaja Masih Diperiksa

* Polisi Terapkan UU Perlindungan Anak

TEGAL – Belasan remaja dari tiga kelompok yang diduga melihat dan terlibat tawuran di Jl Kapten Sudibyo, Minggu (15/9) dini hari, kini masih diperiksa penyidik di Unit 3 Sat Reskrim Polres Tegal Kota.

Dari belasan remaja itu, lima remaja diduga membawa senjata tajam dan melakukan pembacokan dalam aksi tawuran. Hal itu dikuatkan dengan keterangan saksi dan pengakuan mereka dihadapan penyidik.

”Untuk berapa tersangkanya, kami masih memperdalam pemeriksaan. Ya untuk sementara baru satu yang ditetapkan sebagai tersangka,” tandas Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKP Agus Budi Yuwono SH MH didampingi Kaur Bin Ops Iptu Slamet Sugiharto SH, Senin (16/9).

Identitas pelaku yang diduga melakukan pembacokan berinisial ADS alias Coro (17). Dia mengaku berstatus pelajar sebuah SMA swasta di Kota Tegal, warga Jl Merpati, Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

Di sisi lain, dengan keterangan sejumlah saksi dan pengakuan tersangka yang sudah ditetapkan, penyidik yakin akan muncul sejumlah tersangka lainnya. Karena nama-nama remaja yang diduga terlibat kini masih dalam perburuan Unit 3, Tim Resmob dan Tim Bajra Sat Reskrim.

Video Viral

Untuk mengungkap lebih jauh kasus tawuran itu, penyidik selain memperdalam keterangan saksi dan tersangka, juga mencermati video tawuran yang viral di media sosial. Video itu diduga direkam salah seorang warga yang melihat aksi tawuran tersebut.

”Dari video singkat ini, terlihat sejumlah wajah-wajah remaja yang diduga terliwat tawuran. Apalagi antara pelaku pembacokan atau mereka yang terlibat tawuran, beberapa ada yang sudah saling mengenal,” ucap Kasat Reskrim.

Perlu diketahui, aksi tawuran yang melibatkan belasan remaja usia 15 hingga 17 tahun dari tiga kelompok remaja, masing-masing geng membawa aneka senjata tajam, terjadi di depan bekas bangunan pasar moderen ”Moro”, Jl Kapten Sudibyo, Kota Tegal, sekitar 02.00, Minggu (15/9).

Tiga kelompok remaja yang anggotanya, beberapa masih duduk dibangku sekolah menengah atas dan remaja putus sekolah adalah, kelompok Sekelompok Remaja Malam (SRM) dari Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Kelompok remajua Warbeh Yang, yang anggotanya banyak dari remaja Kabupaten Tegal.

Kelompok remaja berikutnya adalah Big Family Famous (BFF), yang anggotanya banyak berasal dari remaja wilayah Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.
Saat tawuran, berdasarkan keterangan sejumlah remaja yang diamankan dan beberapa saksi, kelompok remaja SRM dan Warbeh Yang berjumlah sekitar 20 orang. Sedangkan BFF berjumlah 15 orang.

Diduga Tersinggung

Tawuran itu, diduga persoalan tersinggung dengan geber geberan suara gas sepeda motor, dan ditindaklanjuti dengan saling menangtang berkelahi lewat media sosial WhatsApp (WA).

Akibat tawuran ketiga kelompok remaja itu, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ada empat orang diduga terkena sabetan celurit. Tapi penyidik di Unit 3 Sat Reskrim Polres Tegal Kota, baru mengidentifikasi dua orang.

Dari dua korban luka yang teridentifikasi, satu korban terkena celurit di paha kiri. Identitasnya adalah, Ibrahim Junior Toweli (16). Korban diduga remaja putus sekolah, warga Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

Korban berikutnya yang teridentifikasi adalah Rafi Wildan (15). Dia terkena sabetan di bagian rusuk kanan. Tapi tidak parah. Karena korban menggunakan jaket cukup tebal, dan hanya membuat jaketnya robek, serta sedikit luka menggores di bagian kulit luar tubuhnya di bagian rusuk.

Perkembangan penanganan kasus itu, penyidik di Unit 3 Sat Reskrim bakal menerapkan Pasal 80 Ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, junchto Pasal 351 KUHP.(Riyono Toepra-red07)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.