4.080 Pengendara Kendaraan di Brebes Melanggar Lalin

BREBES – Jajaran Satlantas Polres Brebes mencatat, selama 14 hari pelaksanaan Operasi (Ops) Patuh Candi tahun 2019 sejak 22 Agustus lalu, sebanyak 4.080 pengendara kendaraan diketahui telah melakukan pelanggaran lalu lintas. Mereka oleh petugas dikenai tindakan tegas berupa sanksi tilang.

“Selam operasi Patuh Candi kami gelar, tercatat ada sebanyak 4.080 pengendara kendaraan yang telah melakukan pelanggaran. Mereka ini kami tindak dengan sanksi tilang,” ungkap Kasat Lantas Polres Brebes, AKP M Adimas Purwonegoro Sugeng Eko, Jumat (13/9).

Dia mengungkapkan, dari pengendara kendaraan yang melakukan pelanggaran lalu lintas itu, paling banyak berasal dari kaum muda. Jumlahnya ada sebanyak 1.015 pengendara. Terdiri dari, usia 16-20 tahun sebanyak 935 penggendara dan usia 21-25 sebanyak 680 penggendara. Sementara jika dibanding pelaksanaan operasi candi tahun 2018 lalu, jumlah pengendara kendaraan yang melanggar mengalami penurunan. “Kalau tahun lalu jumlah pengendara kendaraan yang melanggar mencapai 4.977 penggendara. Sedangkan saat ini, jumlahnya hanya 4.080 pengendara, atau turun sebanyak 987 pengendara,” jelasnya.

Menurut dia, dari ribuan pelanggar lalu lintas tersebut, pelanggaran yang terjadi masyoritas karena tidak membawa dokumen berkendara. Di antaranaya, tidak bisa menunjukan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Selain itu, ada juga yang melanggar karena tidak memakai helm, menggunakan knalpot resing pada kendaraannya dan lainnya.

“Semua pelanggaran ini, kami lakukan tindakan penilangan. Diharapakan, ke depan angka pelanggar lalu lintas di Brebes bisa terus ditekan,” tandasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, turunnya angka pelanggar dalam operasi patuh candi kali ini, diharapkan bisa terus dilakukan penekanan lagi terhadap pelanggar lalu lintas. Karena itu, pihaknya terus berusaha melakukan sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat. Terutama, ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman berlalu lintas yang baik.

“Adanya penurunan angka pelanggaran ini, secara tidak langsung mengindikasikan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas mengalami peningkatan. Tapi, kami akan terus memberikan sosialisasi dalam berlalu lintas yang baik. Terutama di kamu milenial,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.