Kecelakaan Lalu Lintas Bukanlah Takdir

PEKALONGAN – Kecelakaan lalu lintas di jalan raya bukanlah sebuah takdir. Masalahnya, sumber atau faktor utama penyebab kecelakaan adalah dari manusia atau pengendara itu sendiri. Makanya kecelakaan tersebut bisa dihindari dengan cara harus berhati-hati ketika berkendaraan di jalan raya.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, Slamet Prihantono ketika jajarannya menggelar sosialisasi keselamatan lalu lintas di kampus SMA Negri 1, kemarin pagi. Ikut mendapingi kegiatan tersebut, kepala sekolah setempat, Solikhin, dan Kanit Dikyasa Polres Pekalongan Kota, Ipda Budi yang juga ikut memberikan pengarahan kepada puluhan siswa.
”Dari data yang ada, di Indonesia dalam setiap tahun sebanyak 32.167 orang meninggal dunia karena kecelakaan di jalan,” papar Totok, begitu dia akrab disapa.
Dengan jumlah tersebut berarti 89 orang setiap hari atau 1 orang dalam semenit menjadi korban kecelakaan. Sedangkan Jawa Tengah sendirii menempati rangking kedua terbanyak di Indonesia korban kecelakaan yakni 3.479 jiwa. Adapun penyebab utama dari kecelakaan itu, dari hasil penelitian menyebutkan karena faktor manusia atau pengendara itu sendiri.
Dari data tersebut, kata dia, kemudian dipilah lagi yakni sebagian besar korban kecelakaan adalah para remaja yakni usia 16 -25 tahun. Adapun remaja yang sering mengalami kecelakaan kaum laki-laki yakni tiga kali lebih banyak dari remaja wanita. Masalahnya, laki-laki sering diberi tanggung jawab dibandingkan perempuan, yakni sebagai pengemudi.
Lebih lanjut dijelaskan, ada beberapa faktor kenapa bisa terjadi kecelakaan di jalan raya. Pertama lantaran tidak disiplin atau melanggar aturan lalu lintas yang berlaku. Kemudian karena masih muda. sering emosional dan tidak sabar saat berkendaraan, misalnya ngebut dan menyalip kendaraan yang ada di depannya tanpa ada perhitungan yang matang dan beberapa faktor lainnya..
Di era sekarang, banyak remaja yang sering membawa handphone (Hp) dan ironisnya hal tersebut dilakukan ketika sedang berkendaraan. Hal inilah yang tak boleh diterapkan karena apabila lalai bisa menyebabkan kecelakaan. Misalnya ketika di traffict light, sambil menunggu lampu menyala hijau memainkan Hp.
”Saking asiknya bermain Hp tidak melihat kalau lampu sudah hijau dan kendaraan yang dibelakangnya hanya terfokus ke traffict light sehingga tidak melihat didepannya ada kendaraan,” katanya.
Menyinggung sosialisasi di SMA Negri 1, harapannya para siswa selalu mentaati semua aturan berkendaraan, termasuk mengenakan helm pengaman, Dengan demikian, mereka bisa terhindar sekaligus mengurangi angka kecelakaan, khususnya di wilayah Kota Pekalongan. (Moch Achid Nugroho- red8)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.