Bawa 151 Butir Hexymer, Pemuda Bertato Ditangkap Polisi

BARANG BUKTI: Barang bukti berupa 151 butir pil hexymer milik pelaku diamankan polisi.

SLAWI- Diketahui membawa 151 butir pil hexymer, Yoni P (29) warga Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal ditangkap polisi. Obat dari golongan psikotropika yang dapat mengatasi gejala penyakit parkinson tersebut, dibungkus dalam kantong plastik bening.

Pria yang bekerja sebagai pedagang ini, ditangkap 6 Sepetember 2019. Saat itu, dia sedang kumpul-kumpul dengan teman-temannya.

“Saat itu kami dapat informasi dari masyarakat terkait pelaku yang membawa pil hexymer. Kemudian kami penyelidikan dan melakukan penggeledahan terhadap pelaku,” kata Wakapolres Tegal, Kompol Arianto Salkery, Kamis, (12/9).

Setelah diperiksa, kata Salkery, ternyata benar pelaku yang memiliki tato di sejumlah anggota tubuhnya itu, membawa hexymer sebanyak 151 butir. Atas temuan itu, polisi dari Satresnarkoba  Polres Tegal langsung mengamankan pelaku.

Dari hasil penyidikan, pelaku mengaku mendapatkan obat berwarna kuning  tersebut dari temannya di Tanah Abang, Jakarta.  Obat itu dibeli seharga hampir Rp 1 juta. Meski mengaku sebagai pemakai, pelaku sudah sempat menjual obat  tersebut kepada tiga rekannya,  dengan harga Rp 10 ribu per tiga  butir.

Yoni mengaku, dirinya  mengonsumsi obat-obatan itu untuk menenangkan diri. “Saya memakai hanya untuk penenang,” katanya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti ratusan pil tersebut, beserta tas punggung berwarna coklat yang digunakan untuk membawa obat tersebut.

Salkery menyebutkan, pelaku dijerat dengan pasal 197  subsider pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia  Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara. (Sari/Red 6)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.