ADIWERNA – Para siswa jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) SMK Bakti Praja (BP) Adiwerna, Kabupaten Tegal, terinsipasi dengan motor Chopper yang dikenakan Presiden RI, Jokowi. Kendati belum sempurna karena hanya membuat dengan limbah besi, namun motor karya siswa tersebut, dinilai layak jual.

 

Kreasi siswa jurusan SMK BP dalam motor Chopper  patut diacungi jempol. Pasalnya, dari seluruh komponen motor semuanya menggunakan barang bekas. Barang bekas yang diperoleh dari lingkungan industri di sekitar SMK itu, dikumpulkan dan dibuat komponen motor secara manual. Seperti halnya, tangki bensin, knalpot, chasis, dan komponen lainnya. Khusus untuk mesin, dirangkai dari berbagai mesin yang diperoleh dari barang bekas di pasar loak.

 

“Ini membutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk menjadi motor Chopper. Siswa mengumpulkan barang bekas yang kemudian dibuat menjadi komponen motor,” kata Kepala SMK BP Adiwerna, Erfan Supararmono, Rabu (11/9).

 

Erfan mengakui, hasil karya siswa belum sempurna, karena mengerjaannya menggunakan cara manual. Kendarti bisa dikendarai, namun secara keamanan belum layak. Namun demikian, karya siswa itu telah dipamerkan pada acara Hari Ulang Tahun Water Park Rita Mall Tegal dan ikut karnaval HUT RI ke-74, beberapa waktu lalu.

 

“Untuk biaya pembuatan bisa mencapai Rp 6 juta. Jika memang ada yang berminat, siswa siap membuatkan. Untuk harga nanti bisa dibicarakan,” ujarnya.

 

Selain motor Chopper, lanjut dia, siswa juga membuat motor Retro. Motor ini agak unik karena ban belakang menggunakan ban mobil. Seperti motor Chopper, pembuatan motor Retro juga menggunakan limbah besi. Hal itu mengingat wilayah Adiwerna merupakan sentra perajin logam. Kedepan, pihaknya juga akan mengembangkan motor lainnya yang mampu memiliki nilai ekonomis.

 

“Semoga bisa sukses seperti mobil Esemka,” harapnya.

 

Sementara itu, siswa TBSM SMK BBP Adiwerna, Sundoro mengaku mendapatkan ide pembuatan motor Chopper saat Presiden Jokowi memamerkan motor tersebut. Namun, ia mengaku kesulitan karena pengerjaannya menggunakan alat manual.

 

“Paling sulit membuat chasis, karena membengkokan besi dengan menggunakan alat seadanya,” ujarnya. (Wiwit/red05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *