Sat Lantas Polres Tegal Kota Amankan 129 Kendaraan

SURAT-SURAT : Personel Sat Lantas Polres Tegal Kota yang menggelar Operasi Patuh Candi 2019, memeriksa surat-surat pengendara sepeda motor, seperti SIM dan STNK.(Foto : Riyono Toepra/smpantura.com-red07)

* 1.720 Pengendara Ditilang
* Penegakan Hukum Operasi Patuh Candi 2019

TEGAL – Sebanyak 129 kendaraan bermotor diamankan, dan 1.720 pengendara ditilang Sat Lantas Polres Tegal Kota. Hal itu terjadi sejak digelar Operasi Patuh Candi 2019, selama 14 hari, sejak Kamis (29/9) hingga Rabu (11/9).

AKP Ben Aras

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi MKes melalui Kasat Lantas AKP Ben Aras mengatakan, dari ratusan kendaraan bermotor yang diamankan sebagai barang bukti, terbanyak adalah jenis sepeda motor.

”Sepeda motor ini kami amankan, karena pengendaranya tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraan. Baik SIM maupun STNK, sehingga kendaraan diamankan. Kami juga melakukan teguran. Jumlahnya mencapai 443 teguran,” tandas dia.

Selain mengamankan barang bukti berupa kendaraan bermotor, jajaran tersebut juga mengamankan 440 SIM dan 1.151 STNK. SIM diamankan, karena pengendaranya tak bisa menunjukkan STNK. Demikian juga sebaliknya bila tak bisa menunjukkan SIM, maka STNK diamankan sebagai barang bukti pelanggaran.

SIM yang diamankan, memang terbanyak dari pengendara sepeda motor dibanding SIM dari pengendara untuk kendaraan roda empat, truk dan Bus. Untuk SIM C, tercatat sebanyak 1.492, naik 47 persen dibanding data tahun sebelumnya yang mencapai 1.016 lembar.

Kenaikan juga terjadi pada pengendara mobil yang memiliki SIM A. Pada Operasi Patuh tahun sebelumnya, tercatat 74 lembara. Kini naik 14 persen menjadi 84 lembar. Sedangkan penurunan terjadi pada pemilik SIM B1, dari 52 menjadi 34 (turun 35 persen), dan SIM B1 Umum dari 55 lembar menjadi 40 lembar atau turun 27 persen.

Jenis Pelanggaran

Untuk jenis pelanggaran yang terjadi selama kegiatan operasi, terbanyak masih didominasi pelanggaran helm. Baik pengendara yang tak berhelm maupun mengenakan helm yang tidak berstandar SNI. Total jumlahnya mencapai 837 pelanggaran.

Urutan kedua, juga masih ditempati pelanggaran kendaraan yang melaju melawan arus. Jumlahnya mencapai 620 pelanggaran. Terdiri atas pelanggaran yang dilakukan pengendara sepeda motor 492 kasus, dan 128 pengendara atau sopir kendaraan roda empat seperti mobil pribadi.

Melihat fenomena pelanggaran lalu lintas yang terjadi selama berlangsungnya Operasi Patuh Candi 2019 di wilayah Kota Tegal, Kapolres Tegal Kota berharap, dengan penegakan hukum yang dilakukan personel Sat Lantas, akan meningkatkan kesadaran berlalu lintas warga.

Apalagi selama berlangsungnya kegiatan operasi itu, juga dilakukan upaya peringatan dengan pemasangan sejumlah sepanduk dan pembagian leaflet maupun brosur terhadap pengguna jalan. Selain itu dilakukan kegiatan sosialisasi terhadap kalangan pelajar, sopir dan komunitas pengendara kendaraan bermotor lainnya.

Di sisi lain, selama kegiatan operasi, tercatat terjadi empat kasus kecelakaan lalu lintas. Mengakibatkan satu orang meninggal dunia, tiga orang luka ringan. Kerugian material akibat kecelakaan tersebut sebesar Rp 11.150.000.(Riyono Toepra-red07)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.