Pengelolaan Villa dan Hotel di Guci Diharapkan Sesuai Standar

GATHERING: Para wisatawan dari berbagai daerah, Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya, menggelar gathering di Villa dan Hotel Sekar Ayu Guci, belum lama ini.

SLAWI- Guci , tak hanya menarik wisatawan berkunjung , tetapi juga menarik minat warga menanamkan investasi di daerah tersebut. Termasuk salah satunya membuka jasa penginapan, seperti hotel, villa dan homestay.

Tak hanya menyediakan penginapan, beberapa pengelola villa dan hotel juga mulai menawarkan paket wisata kepada wisatawan.

Seperti  dilakukan oleh Rihan Turisma, yang saat ini mengelola villa dan hotel di Guci. Managing Director Rihan Turisma,  Hana Rihananti mengatakan, saat ini minat masyarakat liburan ke Guci terus bertambah.

Meski,  Gunung Slamet saat ini berstatus  waspada atau level II, masyarakat wisatawan yang  berkunjung masih banyak. Bahkan diantaranya menginap menikmati malam minggu di obyek wisata yang berada di kaki Gunung Slamet ini.

Melihat tren tersebut, pihaknya menawarkan paket wisata dengan harga yang sangat terjangkau. Selain menginap di hotel dan villa yang dikelolanya, pengunjung juga mendapat layanan penjemputan dari stasiun kereta ke villa maupun mengantar dari villa ke stasiun kereta yang dituju.

Selain itu, pengunjung juga mendapat layanan makan malam, sarapan dan makan siang serta mengunjungi pemandian air panas pancuran 13.

Meski baru mengelola villa dan hotel Sekar Ayu sejak Maret 2019, wanita yang krab disapa Hana ini, berupaya menjadikan villa dan hotel tersebut memiliki pelayanan berstandar ala hotel.

Ya, di kawasan Guci saat ini terdapat sekitar 300 hotel. Namun, dalam hal akomodasi dan pengelolaanya belum berstandar.

Padahal, sebagai tempat menginap banyak kalangan, sudah semestinya villa dan hotel yang ada harus memiliki standar pelayanan yang bermutu. Termasuk ramah bagi lansia yang menginap. Sementara ini, pola manajemen yang dilakukan akomodasi di Guci masih terkesan asal-asalan.

Hal ini yang ingin dirombak olehnya. Dengan memberi sentuhan manajemen yang  profesional dan tertata , penginapan yan dikelola menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang menyelenggarakan gathering.

Meski fasilitas villa dan hotel yang dikelola setara hotel bintang 1, untuk meningkatkan mutu layanan, pihaknya akan melakukan perombakan terhadap fasilitas  kamar dan  sanitasi kamar mandi di semua ruangan. Dengan demikian, tempat menginap yang berada di Pekandangan, Guci, Kecamatan Bumijawa ini bisa menjadi penginapan yang  ramah lansia .

“Kami ingin menjadi pilot project dalam bidang akomodasi hotel. Harapanny, pola manajemen yang kami terapkan bisa diikuti villa dan akomodasi di Guci,”tutur wanita berkacamata ini.

Harapan terhadap penginapan, baik villa dan hotel yang ramah lansia disampaikan Setiati Budi Utami (64), salah satu wisatawan dari Jakarta. Belum lama ini dirinya bersama 25 rekannya dari Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya berwisata ke Guci.

Sebagai lansia, mereka berharap tempat menginap yang menyediakan layanan bagi lansia. Seperti adanya fasilitas sanitasi yang sesuai untuk usia lanjut. Apalagi banyak villa dan hotel yang dibangun cenderung berbentuk vertikal.

Selain fasilitas penginapan, sebagai wisatawan dirinya juga berharap adanya standar tarif. Sebab, banyak yang menawarkan tarif dengan harga jor-joran khususnya pada hari Sabtu dan Minggu. Padahal bila dilihat dari fasilitasnya masih belum sesuai harapan. (Sari/Red 6)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.