Pelanggaran Helm Masih Tinggi di Kota Tegal

* Pengendara Melawan Arus Terus Bertambah

TEGAL – Pelanggaran berkait dengan helm, baik pengendara yang tak memakai maupun helmnya tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), masih tinggi hingga masuk 12 hari pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2019 di Kota Tegal.

Berdasarkan catatan yang dihimpun Satlantas Polres Tegal Kota, sejak hari pertama pelaksanaan pada Kamis (29/9) hingga Senin (9/9), total jumlah pelanggarannya mencapai 1.444. Sedangkan pelanggaran berkait helm sudah mencapai 706 kasus. Usia pelanggarannya juga beragam. Mulai

TAK BERHELM : Personel Sat Lantas Polres Tegal Kota saat menggelar Operasi Patuh Candi 2019, memergoki pengendara sepeda motor yang tak berhelm. Data terkini menunjukkan helm masih mendominasi pelanggaran, di antara tujuh pelanggaran lainnya.(Foto : Riyono Toepra/smpantura.com-red07)

dari anak di bawah umur, pelajar, mahasiswa maupun karyawan perusahaan swasta hingga ibu rumah tangga.

”Kami sudah sering memperingatkan soal pentingnya helm untuk keselamatan pengendara sepeda motor. Karena ini termasuk pelanggaran, pengendaranya ya kami tindak. Apalagi ini bagian prioritas penindakan yang dilakukan dalam kegiatan Operasi Patuh Candi 2019,” terang Kasat Lantas Polres Tegal Kota AKP Ben Aras.

Dia mengungkapkan, meski tetap dilakukan penindakan tegas terhadap pelanggar lalu lintas, jajarannya kerap melakukan teguran. Seperti pengendara yang memakai helm, tapi lupa mengancingkan tali pengikatnya. Personelnya selain menegur, juga memberi contoh cara memakai helm yang baik dan benar. Helm pengendara yang dipersyaratkan untuk dipakai adalah yang berstandar dengan logo Standar Nasional Indonesia (SNI).

Berkait dengan pemakaian helm standar itu, dalam berbagai kesempatan sosialisasi dan saat melakukan penindakan juga terus disampaikan. Untuk sosialisasi, dilakukan dengan cara dialog bersama pelajar, komunitas pengendara, maupun kalangan masyarakat lainnya.

Pasang Sepanduk

Untuk mengurangi pelanggaran dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, jajarannya selain melakukan penegakan hukum dengan cara penindakan langsung dengan bukti pelanggaran (Tilang), juga memasang sepanduk berisi berbagai peringatan dan imbauan.

KELENGKAPAN KENDARAAN : Jajaran Sat Lantas Polres Tegal Kota dalam Operasi Patuh Candi 2019, kerap melakukan pemeriksaan terhadap kelangkapan surat-surat kendaraan dan kepemilikan SIM bagi pengendara.(Foto : Riyono Toepra/smpantura.com-red07)

Sepanduk juga berisi delapan hal pelanggaran yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan operasi tersebut. Beberapa hal berkait dengan pelanggaran dan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas, juga disampaikan melalui pembagaian brosur, pamflet maupun leaflet.

Brosur-brosur itu, lebih banyak dibagikan kepada pengendara sepeda motor, sopir mobil pribadi, angkot, elf, mirkobus, bus, pikap, truk dan sopir dari jenis kendaraan lainnya. Meski sudah ada upaya pencegahan dan peningkatan pengetahuan ke masyarakat luas, pelanggaran lalu lintas masih sering terjadi.

Sementara itu, untuk urutan kedua pelanggaran terbanyak juga masih ditempati jenis pelanggaran kendaraan yang melaju melawan arus. Jumlahnya mencapai 517 pelanggaran.

Sementara itu, jumlah pengendara sepeda motor di bawah umur, yang sepekan sebelumnya berjumlah delapan orang, kini membengkak menjadi 25 orang yang terjaring operasi tersebut. Demikian juga untuk pelanggaran tak memakai sabuk keselamatan bagi sopir mobil pribadi, mobil online dan angkot, juga meningkat. Dari semula 34 kasus, kini sudah mencapai 76 kasus.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi MKes berharap, penindakan tegas yang dilakukan jajaran Sat Lantas, dapat menggugah dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara atau berlalu lintas.(Riyono Toepra-red07)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.