Gelaran Kejurnas Slalom Auto Gymkhana di Alun-alun Kota Tegal Menuai Kritik

-PKL Tidak Boleh Berdagang, Belum Ada Izin ke Polres

TEGAL-Kejuaraan Nasional (Kerjusnas) Slalom MLDSpot Auto Gymkhana 2019 putaran tiga akan digelar di Alun-alun Kota Tegal, Sabtu (7/9/2019).

Di sisi lain, gelaran akbar di jantung kota itu justru menuai kritik warga dan pedagang setempat. Selain karena mengganggu pedagang dan warga, juga ternyata hingga Jumat (6/9) belum mendapat izin dari Polres Tegal Kota.

Menurut pedagang nasi, Narti, ia mengaku sudah mendapat surat untuk tidak berdagang pada Sabtu (7/9) dengan mendapat ganti rugi Rp. 50.000.

Namun begitu, sejak Jumat (6/9), ia sudah tidak bisa berdagang karena harus mengalah kepada panitia yang sudah mulai melakukan persiapan penataan kawasan sirkuit.

“Dapat surat pemberitahuan untuk tidak berjualan Sabtu dengan ganti rugi Rp 50.000.  Tapi kenyataannya, pagi ini (Jumat, 6/9) disuruh bergeser.  Alasannya untuk parkir truk muatan dan keperluan lain-lain,” kata Narti.

Senada disampaikan pedagang ketupat sayur, Jabril. Saat Jumat pagi akan mulai berdagang, akses jalan menuju lapaknya sudah ditutup. Lapaknya dibangun tribun.

Dengan fakta begitu, kata Jabril, ia memprediksi pada Minggu (8/9) pagi juga belum tentu alun-alun sudah normal dan bisa digunakan untuk berjualan. Artinya, dengan ganti rugi Rp 50.000 untuk tiga hari, membuat pedagang sangat merugi.

Acara itu juga mendapat keluhan dari orang tuas SD Mangkukusuman 3 (MKK3), Bowo (40). Menurutnya, gelaran dengan menutup kawasan alun-alun itu tidak pas karena  merupakan akses jalan  umum. “Mengganggu anak sekolah,” kata dia.

Menurut Bowo, lebih baik Kota Tegal membuat sirkuit khusus mobil atau motor. Tidak menggunakan akses jalan umum. Selain merepotkan pengendara, juga membuat rugi pedagang kali lima (PKL).

Sementara itu jajaran Polres Tegal Kota menyatakan belum diajak berkoordinasi dan belum mengeluarkan izin atau mendapat tembusan izin terkait penyelenggaran acara itu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tegal Kota AKP Ben Aras mengatakan belum ada koordinasi baik dari penyelenggara maupun Dinas Perhubungan Kota Tegal.

“Kami memang dengar akan adanya kegiatan tersebut. Tapi tidak tahu terkait akan adanya penutupan jalan. Tidak ada koordinasi ke pihak kami,” ungkap Ben, Jumat (6/9) siang.

Kepala Bagian Operasi Polres Tegal Kota Kompol Mandala mengatakan, pihaknya sudah diajak ngobrol namun sebatas lisan atau belum ada surat resmi.

“Kami memang pernah diajak ngobrol, tapi sifatnya obrolan bukan resmi. Memang informasi sudah masuk ke Intel, namun kami belum mendapatkan laporan kembali. Tak terkecuali, kegiatan ini juga harus izin ke Mapolda Jateng karena kegiatan besar,” pungkasnya. (Setyadi/Red4)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.