Jumlah Pencari Kerja di Kota Tegal Meningkat

* Lulusan Perguruan Tinggi  Dituntut Lebih Mandiri

TEGAL – Dalam dua tahun terakhir, jumlah pencari kerja di Kota Tegal terus meningkat. Hal itu dapat dipantau dari penyelenggaraan pameran dan bursa kerja atau Job Fair, yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin), dalam kurun waktu tersebut.
Menurut Kepala Disnakerin Kota Tegal Heru Setyawan, tahun 2018 jumlah pencari kerja yang menyerahkan berkas lamaran di ajang tersebut tercatat sebanyak 1.341 orang. Mereka melamar kerja di 40 perusahaan yang membuka stand lowongan kerja di Job Fair tersebut.
”Tahun 2019 jumlahnya meningkat. Saat Disnakerin Kota Tegal menggelar Pameran dan Bursa Kerja di Politeknik Harapan Bersama selama dua hari berturut-turut, jumlah pencari kerja mencapai 1.419 orang,” terang dia.
Dari jumlah sebanyak itu, mereka mengirimkan berkas lamaran kerja ke 60 perusahaan yang membuka stand lowongan kerja di kampus tersebut. Catatan, instansinya, pencari kerja terbanyak berasal dari Kota Tegal dengan jumlah 652 orang.
Urutan berikutnya berasal dari Kabupaten Tegal yang mencapai 567 orang. Kemudian pelamar kerja dari Kabupaten Brebes sebanyak 170 orang, Pemalang sebanyak 26 orang dan Cirebon, Jabat ada empat orang.
Banyak Lowongan
Menurut dia, dari ajang Job Fair itu, sebenarnya banyak lowongan pekerjaan yang tersedia. Dari 60 perusahaan yang ikut serta di ajang tahunan tersebut, menyediakan 5.400 posisi pekerjaan.
Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono yang membuka kegiatan Job Fair tersebut berpendapat, pencari kerja sekarang cukup selektif. Demikian pula pihak perusahaan yang menerima tenaga kerja baru juga sangat ketat dalam menyeleksinya.
”Jadi ini sama-sama memiliki kualitas. Karena usaha atau bisnis agar maju dan berkelanjutan sangat membutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas juga. Tangguh dan dapat membaca arah perkembangan bisnis,” tandas dia.
Meski begitu, apa yang dilakukan instansinya sebenarnya menjadi jembatan bagi pencari kerja yang memang benar-benar membutuhkan pekerjaan berkualitas dan penghasilan yang sesuai harapan.
Di sisi lain, lulusan SMK, SMA dan perguruan tinggi (PT) seperti politeknik maupun universitas, hendaknya dapat lebih mandiri. Karena itulah selama kuliah, kegiatan praktikum maupun praktik lapangan di sejumlah perusahaan menjadi bekal penting dalam mengarungi persaingan kerja setelah lulus.
Menurut Wali Kota Tegal, bila lulusan memiliki kemampuan lebih atau softskill, termasuk kemampuan berbahasa asing seperti bahasa Inggris maupun Tiongkok dan Perancis, akan membantu dalam persaingan meraih pekerjaan yang sesuai harapan.
Lebih penting lagi, kemampuan lulusan perguruan tinggi lebih mandiri dengan menciptakan lapangan kerja sendiri tentu akan meningkatkan lebih baik. Sektor UMKM akan kian berkembang. Pemerintah akan selalu memperhatikan dengan membantu pelatihan dibidang cara pemasaran produk secara global dengan pengetahuan dan ketrampilan internet. Juga sektor permodalannya.(Riyono Toepra/smpantura.com-red07)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.