Persip Pekalongan Kalah di Kandang

PEKALONGAN – Persip Pekalongan mengalami kekalahan perdana dalam lanjutan kompetisi Liga 3 Jawa Tengah. Ironisnya, kekalahan yang diderita tim Laskar Kalong saat bermain di kandang melawan Persiku Kudus, Minggu (1/9) sore. Pada laga perdana babak delapan besar, anak asuhan Lukas Tumbuan tumbang dengan skor 0-1.
Sebenarnya, di awal babak pertama Nur Coyo dan kawan-kawan punya peluang menjebol gawang lawan. Saat melakukan tekanan ke pertahanan Persiku, salah satu pemain dilanggar sehingga wasit memberikan hadiah tendangan pinalti untuk tuan rumah. Namun sayang, kesempatan emas ini belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Rizki yang menjadi eksekutor tendangan tersebut.
Bola yang diarahkan di sebelah kiri gawang bisa ditepis oleh Aldhila Ray dan selamatlah gawang tim tamu. Setelah kegagalan tedangan pinalti, anak-anak tuan rumah kurang percaya diri, Para pemain Persiku terus membombardir serangan dan membuat kocar kacir pertahanan yang digalang Charles.
Memasuki babak kedua, kubu tim tamu kembali melakukan tekanan dan hasilnya menit ke – 47 mampu menjebol gawang yang dijaga Billy Aguw. Gol yang dicetak Ahmad Farid menit ke-47 sempat mendapat protes dari pemain Persip. Saat tendangan dari sudut kiri, si kulit bundar berada di depan kotak berbahaya dan terjadilan rebutan.
Penjaga gawang Persip, Billy keluar dari sarangnya untuk menyambut bola bersamaan dengan sundulan yang dilakukan Ahmad Farid. Si kuit bundar langsung mengarah dan masuk ke gawang, sementara Billy terjatuh di depan gawang. Para pemain langsung protes ke wasit namun hal itu tak diindahkan dan mengesahkan gol tersebut.
Tertinggal kedudukan, Nur Coyo cs mulai menambah daya dobrak dan melakukan tekanan bertubi-tubi. Beberapa kali di antara tekanan yang dilakukan tim Laskar Kalong hampir bisa menyamakan kedudukan. Namun sayang, dewi fortuna belum berpihak kepada tuan rumah sehingga sampai akhir laga skor tetap 0-1 untuk Persiku Kudus.
Saat konferensi pers, pelatih Lukas Tumbuan yang diwaliki asistennya, Ababil menegaskan anak asuhannya sudah bermain maksimal. Semua teknik dan kemampuan mereka sudah dikeluarkan dalam laga yang cukup melelahkan.
”Inilah sepak bola, ada kalah dan menang. Kali ini kita memang kurang beruntung dan menderita kekalahan,” katanya.
Dengan kekalahan ini, diharapkan para pemain jangan terlalu bersedih dan bersemangat  lagi untuk laga selanjutnya. Babak delapan besar masih berlangsung cukup lama karena ada beberapa pertandingan. Evaluasi tetap dilakukan untuk mencari kelemahan -kelamahan sehingga saat pertandingan berikutnya melawan tuan rumah Persebi Boyolali,  Rabu (4/9) bisa mencapai hasil bagus.

(Moch Achid Nugroho/ red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.