Puluhan Gas Melon Diamankan Satgas dari Rumah Makan

PEMALANG – Jaminan aman dari Pertamina atas pasokan gas melon atau elpiji 3 kilogram (Kg) bersubsidi selama dan sesudah Idul Adha mendapatkan kenyataan yang berbeda di masyarakat. Sejumlah warga mengeluh lantaran sulit mendapatkan gas melon di warung-warung sehari setelah Idul Adha.

Untuk menindaklanjuti keluhan warga tersebut Pertamina menurunkan Satuan Tugas (Satgas) untuk melakukan inspeksi mendadak ke rumah makan-rumah makan. Satgas melakukan inspeksi mendadak pada Senin (12/8l) dan mengambil 78 gas melon dari beberapa pengusaha rumah makan.

Anggota Satgas, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Perindustrian dan Perdagangan, Priyo Budi mengatakan beberapa pengusaha rumah makan masih nekat menggunakan gas melon untuk memasak.

“Padahal regulasinya gas melon tidak diperuntukkan bagi pengusaha rumah makan,”kata Priyo. Karena itu Satgas mengambil tabung-tabung gas melon dan meminta pengusaha bersedia mengganti dengan gas non subsidi.

Gas yang diambil Satgas ditukar dengan gas non subsidi di mana dua tabung gas melon kosong ditukar dengan satu tabung gas elpiji 5,5 kilogram. Pengusaha masih dibebani isi gas seharga Rp 70 ribu.

Sementara itu selain menjumpai pengusaha warung makan yang membandel lantaran menggunakan gas melon Satgas juga menjumpai perilaku nakal pemilik rumah makan lainnya. Yaitu rumah makan yang menggunakan tabung gas elpiji non subsidi 55 kilogram namun masih menyiapkan beberapa tabubg gas melon, alasannya untuk cadangan.

Sementara itu inspeksi mendadak Satgas Pertamina itu selain untuk menjaga stok gas melon juga sebagai sosialisasi kepada pengusaha rumah makan agar menggunakan bahan bakar memasak sesuai peruntukkan. Sanksi bagi pelanggar sementara ini hanya agar mereka mengganti gas melon dengan gas non subsidi.

Penggunaan gas melon lanjut Priyo hanya diperuntukkan bagi warga miskin.”Ada instruksi dari Bupati Pemalang agar ASN dan masyarakat yang sudah mampu tidak menggunakan gas melon,”ujarnya.

Kemarin gas melon yang diambil dari para pengusaha dikirim ke pangkalan-pangkalan. Tabung yang masih ada isinya dijual ke masyarakat sedangkan yang kosong diisi kembali untuk selanjutnya dijual sesuai peruntukkan.

(Ali Basarah/ red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.