Status Waspada, 50 Pendaki Gunung Slamet Dijemput

PEMALANG – Sebanyak 50 pendaki Gunung Slamet yang terlanjur sudah berada di dekat puncak dijemput oleh sukarelawan. Pengamat Gunung Slamet, Sukedi mengatakan penjemputan dilakukan lantaran status Gunung Slamet yang beralih dari normal ke waspada.

“Mereka dijemput dan Sabtu (10/8) kemarin sudah turun semua,”kata Sukedi, Minggu (11/8) saat menerima kunjungan Bupati Junaedi di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet kemarin.

Menurut Sukedi dengan adanya status waspada maka ada larangan untuk beraktifitas pada radius dua kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet. Termasuk aktifitas pendakian lantaran berbahaya dan dinyatakan ditutup. Adapun puluhan pendaki yang dijemput tersebut berasal dari beberapa daerah. Mereka melakukan pendakian dari pos Bambangan, Guci, Sawangan, Kaliwadas, Baturaden, Kaliguwa dan Dipajaya.

“Saat jni radius dua kilometer dari puncak kawah sudah steril dari pendaki, di sana juga tak ada aktifitas masyarakat,”ujarnya.

Bupati Pealang, Junaedi meminta masyarakatnya khususnya yang tinggal di kaki Gunung Slamet untuk beraktifitas seperti biasa.” Kami minta tetap beraktifitas seperti biasa namun tetap waspada,”kata Bupati

Warganya yang tinggal di kaki Gunung Slamet antara lain Penakir dan Jurangmangu berjarak lebih kurang 3,9 kilometer dari pubcak kawah Gunubg Slamet. Sehingga aktifitas sehari-hari mereka masih aman. Adapun apabila status Gunung Slamet semkin meningkat hingga level tertinggi maka Pemerintah Kabupaten Pemalang siap untuk mengevakuasi warga yang terancam bahaya erupsinya.

Gunung Slamet ini adakah tipe gunung starto berbentuk kerucut dengan tinggi puncak 3.432 di atas permukaan laut. Aktifitasnya pernah meningkat pada tahun 2014 dan dinyatakan mormal pada 2015. Gunung Slamet masuk dalam wilayah Kabupaten Pemalang, Tegal, Brebes, Banyumas dan Purbalingga.

(Ali Basarah/ Red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.