Tahun Depan Pemkab Brebes Bangun Dua Mega Proyek

  • Kantor Terpadu dan RSU Ketanggungan

BREBES – Pemkab Brebes merencanakan akan melaksanakan pembangunan dua mega proyek, yang diperkirakan bakal menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai puluhan miliar rupiah di tahun 2020 mendatang.  Kedua proyek besar itu yakni, pembangunan rumah sakit umum di Kecamatan Ketanggungan dan pembangun Kantor Terpadu Pemkab Brebes.

Informasi yang dihimpun Suara Merdeka, kedua proyek itu diperkirakan akan menelan biaya di atas Rp 100 miliar. Untuk pembangunan Kantor Terpadu Pemkab Brebes, di Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes, bakal menyerap anggaran APBD hingga Rp 80 miliar dan untuk pembangunan rumah sakit di Ketanggungan sebesar Rp 65 miliar.

Pembangunan Kantor Terpadu tersebut merupakan proyek untuk melanjutkan bangunan yang mangkrak lantaran tersangkut masalah hukum. Di tahun 2008, Pemkab Brebes membangun Kantor Terpadu dengan anggaran yang bersumber dari APBD senilai Rp 7.842.500.000. Namun proyek itu berhenti lantaran tersangkut kasus hukum dugaan tindak pidana korupsi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Brebes, Joko Gunawan membenarkan, tahun depan Pemkab Brebes akan
melanjutkan pembangunan Kantor Terpadu dan membangun rumah sakit umum di Ketanggungan. Namun demikian, untuk besarnya anggaran masih dalam tahap pembahasan dengan DPRD.

“Tahun depan memang kita rencanakan akan melanjutkan pembangunan Kantor Terpadu. Ini setelah kasus hukumnya selesai dan telah dilaksanakan perencanaan ulang. Selain itu, Pemkab juga akan membangun rumah sakit umum di Kecamatan Ketanggungan. Tapi, untuk besarnya anggaran belum bisa dipastikan, karena masih kita bahas. Yang jelas, sumbernya APBD,” terangnya saat dikonfirmasi di ruang kerjannya, Rabu (8/8).

Menurut dia, dua proyek pembangunan itu dilaksanakan karena memang sudah sangat dibutuhkan. Pembangunan rumah sakit di wilayah Kecamatan Ketanggungan, selain dibutuhkan masyarakat, lokasinya juga sangat strategis karena dekat dengan pintu tol Pejagan. Sehingga, keberadaannya diharapkan bisa menjadi rumah sakit rujukan saat ada kejadian di dalam tol.

“Ini juga untuk pemerataan dan memaksimalkan pelayanan dasar kesehatan masyarakat. Di utara, kita ada RSUD Brebes, di selatan ada RSUD Bumiayu. Nah kalau di sebelah barat kita belum ada dan sementara masyarakat harus pergi ke Cirebon atau Ciledug Jawa Barat. Untuk itu, kami bangun rumah sakit di Ketanggungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk pembangunan Kantor Terpadu juga sangat dibutuhkan, karena kantor atau gedung yang dimiliki pemerintah daerah sudah tidak representatif lagi. Kantor Sekretariat Daerah atau Kantor Bupati misalnya, saat ini sudah sangat tidak laik, baik kondisi bangunannya dan lahan parkirnya. Saat ada rapat antara instansi terkait, kendaraan parkir hingga memakan jalan di jalur pantura.

“Pembangunan Kantor Terpadu ini nantinya tidak sekaligus, tetapi dilaksanakan bertahap, dengan memprioritaskan kantor yang sudah tidak layak ini. Untuk tahap pertama, mungkin kita akan bangun untuk kantor Sekretariat Daerah, Inspektorat dan beberapa kantor lain. Ini dilakukan juga dengan melihat kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya.

(Setiawan/ Red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.