Melihat Grup WA Reaksi Cepat Tanggap, Sigap Tangani Beragam Peristiwa di Kota Tegal

 

TEGAL-Sejumlah relawan dan aparatur di Kota Tegal, punya cara jitu yang cepat dalam mengatasi beragam persoalan menyangkut keamanan dan ketentraman masyarakat.

Salah satu khususnya dalam penanganan dan pencegahan kebencanaan. Hingga mengatasi keluhan warga perihal sarana prasarana publik.

Dengan memanfaatkan teknologi smartphone, mereka bergabung dalam aplikasi WhatsApp (WA). Melalui grup WA bernama Reaksi Cepat Tanggap, lebih efektif menyelesaikan beragam persoalan. Jalur koordinasi menjadi lebih mudah.

Belakangan grup WA itu tak pernah sepi notifikasi. Apalagi dalam beberapa pekan terakhir. Seperti peristiwa kebakaran sedang kerap terjadi di musim kemarau saat ini.

Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) misalnya, mereka bisa jadi yang paling sibuk.

Ketika mendapatkan informasi kebakaran, tak harus ada laporan resmi masuk ke kantor, dengan sigap petugas langsung meluncur ke lokasi.

Tak memandang kebakaran itu besar atau kecil karena jika lamban ditangani menimbulkan kerusakan, atau bahkan korban jiwa.

Sesegera mungkin memadamkan api dan menyelamatkan warga terdampak menjadi tugas prioritas. Meski keselamatan petugas tentu kadang dipertaruhkan.

Tak melulu dalam kota, mereka juga kerap membantu daerah tetangga, tanpa harus diminta. Saat di lapangan, mereka turut dibantu atau mendapat pengawalan aparatur lain.

Bukan hanya Damkar dan BPBD, PLN Kota Tegal dan Bidang PJU DPUPR juga tak kalah sibuknya. Beberapa lurah dari empat kecamatan misalnya.

Kerap meneruskan informasi dari warga perihal lampu jalan atau pemukiman yang mati. Keluhan jaringan kabel listrik yang menyangkut di pohon dan membahayakan. Kabar pohon tumbang, atau lainya. Dengan sigap dikoordinasikan dan tertangani di lapangan.

Grup WA itu dibuat Desember 2017. Oleh Andri Yudhi, Kalak BPBD Kota Tegal. Awalnya grup itu hanya beberapa orang. Hingga kini mencapai 101.

Mulai dari relawan, petugas teknis, staf aparatur lembaga atau pemerintahan, kepala bidang, camat dan lurah, hingga personel TNI dan Polri.

Mereka saling berbagi informasi dan berkoordinasi dalam menangani bermacam persoalan yang ada hingga tak mengenal hari libur.

Andri Yudhi menjadi salah satu yang aktif menghubungkan jalur komunikasi. Selain tentu ada beberapa nama lain seperti Saefudin dari PLN Kota Tegal, Sudjatmiko atau Lukman Bidang PJU, dan masih banyak lagi.

Yang menarik sebenarnya, sebagian besar dari mereka tidak dalam menduduki posisi utama di masing-masing instansi atau lembaga. Tidak bekerja di balik meja, namun justru lebih banyak di lapangan. Meski ada beberapa kepala satuan atau kepala dinas.

Kini kehadiran grup WA itu sudah tentu membawa banyak manfaat. Khususnya bagi masyarakat yang mengharapkan adanya reaksi yang cepat atau tanggap dari instansi berwenang termasuk dalam penanganan atau mitigasi bencana. (Setyadi/Red4)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.