Rekanan Kesulitan Robohkan Menara Masjid Agung

PEMALANG – Rekanan pembangunan masjid agung Nurul Kalam Jl Alun-alun Pemalang kesulitan dalam merobohkan menara masjid. Aktifitas untuk merobihkan bangunan setinggi 24 meter dilakukan sejak Selasa (30/7).

Ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid Agung Nurul Kalam, Muntoha menjelaskan dirinya ditemui penitia pembangunan masjid lantaran mereka mengalami kesulitan dalam merobohkan menara yang dibangun pada tahun 1980 itu.

“Panitia pembangunan masjid menemui saya, mereka mengeluh lantaran kesulitan merobohkan bangunan menara,”kata Muntoha. Pembangunan masjid agung ini kata dia dibiayai APBD tahun 2019 dan 2020 sebesar mencapai Rp 39 miliar.

Muntoha kemudian bertanya apakah mereka sebelum merobohkan menara terlebih dahulu berdoa atau tidak. Mereka menjawab tidak namun memberikan argumentasi bahwa bagian bawah menara di sudut barat utara dan barat selatan sudah dipotong tulang besinya.

“Menurut mereka secara teori konstruksi apabila dua tualng besi sudah dipotong maka bangunan ditarik lalu akan roboh,”jelas Muntoha. Namun yang terjadi menara tidak roboh sebaliknya kawat baja penariknya malah putus.

Pekerjaan merobohkan menara itu dilakukan pada Selasa dari pukul 13.00 sampai pukul 17.00 namun tidak berhasil. Akhirnya oleh Muntoha panitia dan rekanan diminta untuk berziarah ke makam Mbah Nur Kalam di sebalah barat masjid bertiwalah. Sementara Muntoha sendiri berdoa di depan menara masjid memohon dimudahkan dalam pekerjaan pembangunan masjid.

Malam harinya pekerja yang akan merobohkan menara agar bergantian berjaga di menara sambil bertirakat, jangan sampai ditinggal tidur. Paginya Rabu (31/1) pekerjaan merobohkan menara dimulai lagi.

Pada pukul 10.30 pekerja kembali menarik menara dengan kawat baja menggunakan ekskavator. Namun menara tetap kokoh berdiri. Akhirnya bagian bawah sisi timur utara menara tulangnua dipotong kembali. Baru pada pukul 11.00 menara ditaril dan roboh.

Pekerjaan merobohlan menara itu menjadi tontonan menarik warga di sekitar alun-alun Pemalang. Mereka berlomba mengambil gambar dengan menggunakan gawainya. Namun ketial menara sudah roboh, mereka kembali berlomba menjauh dari alun-alaun sebab debu yang ditimbulkan oleh robohnya menara tebal dan beterbangan.

(ali/red38)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.