Narkoba di Tegal Dikendalikan dari Lapas

  • Pemesannya Pemandu Lagu di Tegal

TEGAL – Kasus peredaran narkoba di Kota Tegal, yang diungkap Unit Reskrim Polsek Tegal Timur, ternyata dikendalikan seorang narapidana (napi) narkoba dari Lapas Klas II A Sragen.
Hal itu terungkap saat dua wanita pemakai dan pengedar Narkotika Golongan I jenis Sabu, dimintai keterangan Kapolsek Tegal Timur Kompol Agus Endro Wibowo SH MH dan Panit 2 Unit Reskrim Aiptu Nuridin SH, Jumat (26/7).
”Ini narkobanya darimana diperoleh?,” tanya Kapolsek Tegal Timur kepada dua wanita pemakai dan pengedar sabu yang ditangkap. Dua wanita yang dimaksud adalah Priska (28) dan Suh alias Kenken (22).
Priska bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah tempat hiburan malam di Kota Semarang. Dia kelahiran Jakarta, dan masih tercatat sebagai warga Dusun Kalitengah, Desa Telawah, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan.
Kemudian Suh alias Kenken, juga bekerja sebagai pemandu tempat hiburan malam di Kota Tegal. Dia beralamat di Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Jabar. Sedangkan alamat kosnya adalah di Jl Gatot Subroto, Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.
Kepada penyidik, tersangka Priska mengatakan, bila ada pemesanan sabu, dia menelepon mantan pacarnya yang kini masih menjalani hukuman, karena terjerat narkoba, di Lapas Klas II A Sragen.
Sabu selanjutnya dimasukkan ke dalam kue dan dikemas lagi, baru dikirimkan ke tersangka. ”Barangnya dilempar di depan kamar kos saya di Semarang. Pengirimnya juga saya tidak tahu. Tapi pembayarannya lewat rekening bank mantan pacar saya,” ucap Priska.
Dihadapan penyidik, dia mengaku baru sekali memesannya untuk rekannya yang bekerja sebagai pemandu lagu di Kota Bahari. Sedangkan pemesanan lainnya, lebih banyak digunakan sendiri atau bersama rekan sesama pemandu lagu (PL).

Pernah Memakai
Tersangka lainnya, yang juga sebagai pemesan dan pengedar, Suh alias Kenken mengaku, memesan ke Priska karena pernah sama-sama memakai barang terlarang itu, ketika sama-sama bekerja di sebuah tempat hiburan malam di Kota Tegal.
”Rencananya, saya sama teman lainnya mau menjual sabu ini ke teman yang bekerja sebagai pemandu lagu di Kota Tegal. Tapi pas membawa sabu diantar pacar saya, sudah dicegat polisi Polsek Tegal Timur,” terang Suh, yang kini diketahui hamil enam minggu.
Kapolsek Tegal Timur Kompol Agus Endro Wibowo SH MH mengatakan, terungkapnya peredaran narkoba yang diedarkan dengan cara dimasukkan ke dalam kue brownis, akan terus dikembangkan penyidikannya.
”Ya kalau melihat alur peredarannya, berarti masih ada pemakai lainnya yang kerap memesan sabu ke tersangka ini. Jajaran kami juga tengah mengembangkan penyidikan, siapa saja yang menjadi pengedar sabu yang dikendalikan dari sebuah Lapas di luar Kota Tegal,” tandas dia.
Perlu diketahui, Tim Buru Sergap Unit Reskrim Polsek Tegal Timur Polres Tegal Kota, membongkar transaksi (jual beli) Narkotika Golongan I berupa sabu yang dimasukkan ke dalam kue brownis atau sabu brownis, di Jl Slamet, Kota Tegal.
Terbongkarnya transaksi itu, setelah Panit 2 Reskrim Polsek Tegal Timur Aiptu Nuridin dan dua personelnya, menghentikan laju sepeda motor yang dikendarai seorang pria yang memboncengkan teman wanitanya di Jl Slamet, Kecamatan Tegal Timur, sekitar pukul 08.30, Minggu (21/7).
Saat ditangkap, Kenken membawa sabu seberat 0,55 Gram (ditimbang berikut plastik klipnya). Dari keterangan Kenken, dia membelinya dari seseorang di Semarang bernama Priska (28), pekerja swasta yang kos di Semarang.

(Riyono Toepra/ red38)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.