Dua Pemuda Pengedar Diringkus

Slawi, Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya (Sat Resnarkoba) Polres Tegal menangkap dua orang pengedar ganja sintetis atau yang dikenal tembako gorilla.  Kedua pengedar ini ditangkap di dua tempat berbeda.

Pertama, diringkus tersangka Doni Marantika (25) warga Kelurahan Procot, Kecamatan Slawi, Rabu (10/7) pukul 21.00 di depan minimarket Alfamart Jalan A Yani, Kelurahan Procot. Satu pengedar lainnya, yakni Harun Al Rasyid (24) warga Desa Balapulang Wetan ditangkap Kamis (11/7) pukul 20.000 di Desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang.

Polisi menyita tiga linting ganja sintetis yang dikenal dengan tembakau gorilla, 3,5 paket tembakau gorilla, uang tunai Rp 250.000 hasil penjualan tembakau gorilla, handphone dan sepeda motor.

Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto melalui Kasat Resnarkoba AKP Djunaidi menyampaikan, ganja sistetis atau tembakau gorilla termasuk narkotika golongan 1. Tembakau gorilla sempat populer pada tahun 2016 . Sama seperti ganja, namun ganja sinetis ini punya efek yang lebih berbahaya.

“Karena tembakaunya ini bukan sembarang tembakau, tetapi termasuk narkotika golongan 1 yang mengandung FUB-AMB dan 5-fluoro ADB,”jelas Djunaidi, saat ekspose kasus  di Mapolres Tegal, tadi pagi.

Djunaidi mengungkapkan,  kedua tersangka memanfaatkan aplikasi chat Line untuk  mengedarkan ganja sintetis kepada pemesan. Sebagian pemesan merupakan  rekan satu komunitasnya. Penangkapan pelaku bermula saat pihaknya mengamankan Doni pada Rabu (10/7). Berbekal informasi dari Doni, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan hingga menangkap Harun pada Kamis (11/7) di kediamannya.

“Doni ditangkap di Procot, sedangkan Harun di Balapulang Wetan. Harun adalah pengirim tembakau gorilla untuk Doni. Harun mendapatkan barang haram itu dari Bandung, Jawa Barat,” jelasnya.

Dari keterangan Harun, dia membeli tembakua gorilla sebanyak 20 gram seharga Rp 2,5 juta, yang kemudian dijual dalam bentuk paket. Satu paket  seberat 1,3 gram dijual seharga Rp 250 ribu. Barang ini masuk ke Tegal dengan menggunakan jasa ekspedisi. Barang yang dijual dicampur dengan tembakau kretek biasa. Mereka sudah mengedarkan barang haram ini sejak dua bulan lalu.

Atas kasus ini, para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat  (1) jo Pasal 112 (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

(sari_red38)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.