Take a fresh look at your lifestyle.

2.700 KK di Galuhtimur Rawan Krisis Air

200
  • Di Beberapa Pedukuhan Mulai Antre Air

BUMIAYU – Sebanyak 2.700 keluarga di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Brebes, dilaporkan rawan krisis air bersih di musim kemarau ini. Bahkan di beberapa pedukuhan seperti Makam Dawa, warga mulai mengantre untuk memperoleh air bersih.

Salah seorang warga Rohim mengatakan, kemarau membuat debit sumur sumur warga terus berkurang. Akibatnya, warga harus rela pergi ke sumber air dan mengantre.”Setiap pagi dan sore antre di sumber air. Kalau tidak begitu (antre) ya ngga kebagian air,” ujar warga Makam Dawa itu, kemarin.

Sementara warga yang enggan pergi ke sumber sumber air dan mengantre, harus merogoh kantong untuk membeli air bersih. Harga untuk satu jerigen berukuran 20 liter Rp 3.000.”Biasanya air yang dibeli itu hanya untuk kebutuhan konsumsi saja. Seperti memasak dan minum,” ujarnya.

Kekeringan, lanjut Rohim, terjadi setiap musim kemarau. Pemerintah sebenarnya sudah pernah membantu dengan membangun sarana air bersih sumur bor. Antara lain di Makam Dawa, Dukuh Tengah dan Galuhtimur I. Namun sarana air bersih tersebut sudah lama tidak bisa digunakan.”Selain rusak, kualitas airnya juga jelek,” kata dia.

DILAPORKAN

Kepala Desa Galuhtimur Sobandi didampingi Sekdes Hajir mengatakan, berdasarkan pemetaan ada 2.700 KK di desanya rawan krisis air bersih saat kemarau. Mereka tersebar di seluruh pedukuhan yaitu Makam Dawa, Dukuh Tengah, Galuhtimur I, Galuhtimur II, Tiong dan Kutabasa.”Hasil pemetaan ini sudah kita laporkan ke kantor kecamatan,” ujarnya.

Menurut kades, solusi jangka pendek untuk membantu pemenuhan air bersih warga adalah dengan droping air seperti tahun tahun sebelumnya. Ditambahkan, pada akhir atau awal tahun jaringan PDAM sudah bisa masuk ke wilayah desanya.”Jika itu terealisasi bisa membantu kesulitan warga,” ujarnya.

(Teguh Tribowo/ red38)

BERITA LAINNYA