Take a fresh look at your lifestyle.

2.652 Miras Ilegal di Kota Tegal Dimusnahkan

132

SIAP DIMUSNAHKAN : Wakapolres Tegal Kota Kompol Joko Wicaksono SSTPi dan pejabat Forkompimda menunjukkan miras hasil sitaan, yang siap dimusnahkan, di halaman depan Mapolres Tegal Kota, Kamis (19/12).(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

* Disita dari Warung Remang-Remang

TEGAL – Sebanyak 2.652 minuman keras (Miras) Ilegal dalam berbagai merek dan kemasan botol, dimusnahkan Polres Tegal Kota. Ribuan miras itu, disita selama digelar kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan, selama 20 hari, menjelang perayaan Natal dan Malam Tahun Baru 2020.

Pemusnahan barang bukti ribuan botol miras ilegal, dilakukan setelah Apel Gelar Pasukan Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), di halaman depan Mapolres Tegal Kota, Kamis (19/12).

”Jadi kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan, juga merupakan upaya cipta kondisi menjelang Nataru. Barang bukti yang disita, antara lain, ribuan botol miras ini. Masih ada isinya, dan dimusnahkan,” terang Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi melalui Wakapolres Kompol Joko Wicaksono SSTPi.

Menurut dia, selama kurun waktu 20 hari sejak 25 November lalu, personel gabungan jajarannya, didukung personel dari empat polsek, melakukan razia di sejumlah warung remang-remang dan toko kelontong yang diduga menjual bebas miras ilegal.

Barang bukti hasil razia selama rentang waktu tersebut, kemudian dikumpulkan di Mapolres Tegal Kota. Selanjutnya menjelang persebaran personel di sejumlah gereja, pospam dan objek vital serta lokasi keramaian lainnya dalam rangka Operasi Lilin Candi 2019 dan Perayaan Tahun Baru 2020, dilakukan pemusnahan barang bukti.

Pemusnahan menggunakan kendaraan berat Jogjig, disaksikan pejabat Forkompimda dan instansi terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama dan LSM, di halaman depan Mapolres Tegal Kota.

Berantas Pekat

Penyitaan miras dan ditindaklanjuti dengan pemusnahan barang bukti itu, kata Kompol Joko Wicaksono, sebagai upaya untuk mengurangi dan memberantas penyakit masyarakat atau Pekat. Karena penjualan miras secara bebas dan ilegal, dapat memicu berbagai tindak kejahatan lainnya.

Jajarannya, dan personel aparat gabungan lainnya yang akan berkonsentrasi penuh dalam pengamanan Natal lewat Operasi Lilin Candi 2019, tidak ingin disibukkan oleh kemunculan berbagai tindak pidana yang dipicu oleh konsumsi miras.

”Jadi penyitaan dan pemusnahan miras ini sifatnya sebagai salah satu upaya mencegah berbagai tindak kejahatan lainnya. Karena dengan miras orang bisa bertengkar atau berkelahi, menganggu keamanan lingkungan, mencuri, hingga berbuat lebih nekat lagi seperti membunuh,” tandas dia.

Karena itulah, setelah bagian intelijen melaporkan ada sejumlah warung remang-remang dan kios kelontong menjual miras ilegal, baru dilakukan razia. Selain menyita miras, pihaknya juga telah mengamankan sejumlah preman.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA