Take a fresh look at your lifestyle.

2.600 Debitur Ajukan Keringanan Pembayaran Utang, Nilai Capai Rp 240 M

157

TEGAL – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal tengah memproses 2.600 debitur yang mengajukan keringanan pembayaran utang (restrukturisasi) akibat dampak Virus Korona (Covid-19). Selain itu, OJK mengapresiasi Pemkot Tegal yang memberikan ruang terhadap sektor keuangan untuk tetap dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat saat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dimulai pada 23 April 2020.

Hal itu disampaikan Kepala OJK Tegal, Ludy Arlianto saat vicon dengan Wakil Wali Kota Tegal, Jumadi beserta 45 industri jasa keuangan perbankan dan non perbankan, sore tadi. Ludy menyampaikan dukungan penuh atas kebijakan PSBB, dan wabah ini segera berakhir.

“Kami juga berterima kasih kepada Walikota Tegal beserta jajarannya bahwa dalam penerapan PSBB ini, kebutuhan sektor keuangan untuk tetap dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara umum masih dapat dilakukan,” katanya.

Ditengah pendemi Covid-19, lanjut dia, pelayanan kepada nasabah baik yang datang langsung maupun melalui telepon cukup tinggi, khususnya terkait permohonan restrukturisasi. Saat ini seluruh OJK yang ada, sudah mulai pemprosesan pengajuan restrukturisasi yang ada. Sampai saat ini, di Kota Tegal sebanyak 2.600 debitur dengan nilai nominal Rp 240 miliar.

“OJK tentunya butuh waktu untuk melakukan penilaian permohonan sesuai prosedur yang ada, karena ini semua harus dilakukan dengan pertimbangan ke hati-hatian, sehingga bisa tepat sasaran,” terangnya.

Ludy berharap keringanan ini tentunya dapat membantu pemerintah daerah dalam penanganan dampak Covid-19 di sektor perekonomian. Semoga program stimulus ini dapat meringankan beban sekaligus dorongan pelaku usaha untuk dapat bangkit kembali menjalankan usahanya.

Wakil Walikota Jumadi menjelaskan, bahwa PSBB ditujukan untuk meningkatkan efektivitas penanganan Covid-19 di Kota Tegal, sebagai langkah lanjutan dari isolasi wilayah yang sudah dilakukan sebelumnya. Saat ini jumlah warga yg positif terjangkit Korona meningkat menjadi 6 orang. Tentu hal ini harus disikapi dengan serius, sehingga dapat dikendalikan.

“Untuk pelaku sektor keuangan tidak perlu kuatir, tetap dapat menjalankan kegiatan seperti biasa. Ini sudah kita tuangkan dalam Peraturan Walikota Tegal Nomor 8 tentang PSBB. Kami minta agar protokol pencegahan penyebaran Covid-19 harus benar-benar diterapkan,” papar Jumadi.

Jumadi meminta kepada OJK harus bisa memberikan contoh nyata kepada para nasabahnya, sehingga PSBB bisa efektif diterapkan. Terkait program restrukturisasi kredit, Jumadi meminta agat OJK benar-benar tulus membantu debiturnya.
“Jangan dipersulit berikan mereka kemudahan karena saat ini masyarakat memang sangat terdampak Covid-19,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA