Take a fresh look at your lifestyle.

Tilang Elektronik Mulai Diberlakukan di Kabupaten Tegal

471

SLAWI, smpantura.com – Mulai Selasa (23/3) di Kabupaten Tegal mulai diterapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (E-TLE). Penerapan tilang elektronik dilakukan setelah program penerapan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (E-TLE) nasional tahap 1 resmi dilaunching Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Selasa (23/3).

Kapolres Tegal AKBP M Iqbal Simatupang melalui Kasat Lantas Polres Tegal AKP Dwi Himawan Chandra menyebutkan, saat ini telah terpasang kamera pemantau E-TLE di Jalan MT Haryono Slawi. Selanjutnya, kamera pemantau akan dipasang di Adiwerna (traffic ligth Kecamatan Adiwerna) dan di Simpang Empat Rama Slawi.
“Sementara ini , kamera baru terpasang di satu titik yakni di Jalan MT Haryono, dengan menggunakan kamera semi otomatis,”jelas Himawan, usai mengikuti launching E-TLE nasional secara virtual di Ruang Praja Gupta, Polres Tegal, kemarin.

Selain memasang satu kamera semi otomatis di traffic light Jalan MT Haryono, Polres Tegal juga menyiapkan personel yang dilengkapi dengan kamera portable di bagian helm yang dikenakan. “Saat personel melakukan patroli dan menjumpai pelanggar secara langsung, nanti kamera akan merekam dan langsung terintegrasi dengan posko E-TLE di Polres Tegal, sehingga bisa diproses,”jelasnya.

Turut hadir dalam launching E-TLE nasional di Ruang Praja Gupta, perwakilan Forkopimda Kabupaten Tegal. Diantaranya dari pengadilan dan kejaksaan. Mengenai proses tilang elektronik, Himawan menyebutkan, saat personel melaksanakan patroli, kamera yang terpasang di helm akan merekam pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas.

Kamera tersebut akan tersambung dengan posko E-TLE dan memproses data pelanggaran tersebut, termasuk identifikasi data kendaraan yang tersambung dengan data electronic registration identification (ERI), termasuk tersambung dengan data kependudukan dan pencatatan sipil, face detector. Saat pelanggar yang telah terambil gambarnya di kamera portable, maka dilakukan proses pencetakan bukti pelanggaran. Bukti pelanggaran tersebut akan dikirim kepada pelanggar.

Ketika pelanggar menerima surat tersebut, pelanggar yang bersangkutan bisa melakukan konfirmasi.
Untuk melakukan konfirmasi,warga dapat melakukan dengan cara hadir sendiri di kantor polisi (ruang pengaduan), atau melakukan konfirmasi melalui link dalam bentuk nomor whatsapp Satlantas Polres Tegal, atau melalui alamat email.

“Ketika menyadari yang bersangkutan memang pelangar, kita akan berikan bukti penilangan atau BRIVA. Nanti BRIVA dibayarkan melalui Bank BRI dan bukti pembayaran akan kita terima. Baru, pelanggar tersebut bisa melanjutkan dan tidak ada lagi catatan di kepolisian,”tutur Himawan.

Apabila surat sudah dikirim dan sudah diterima yang bersangkutan, namun, dalam jangka waktu sepuluh hari tidak ada respon, maka nomor kendaraan akan diblokir. “Jadi pemilik kendaraan itu, saat akan memperpanjang STNK, apabila ada catatan denda tilang, maka yang bersangkutan harus membayar denda tilang dulu,”sebutnya.
Menurut Himawan, pemberlakuan E-TLE ini bertujuan untuk menghindari interaksi anggota Polri dengan masyarakat. Apalagi saat pandemi Covid-19 sekarang ini, masyarakat tidak kontak langsung dengan anggota.

Selain itu, juga untuk menyadarkan masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas.
Pelanggaran yang dimaksud adalah tidak memakai helm, melanggar marka, tidak pakai safety belt (sabuk pengaman), pakai handphone saat berkendara, dan melawan arus.Selain itu, pengendara yang menerobos lampu merah, ugal-ugalan dan melebihi batas kecepatan maksimal yakni 80 km per jam juga akan ditindak.

BERITA LAINNYA