Take a fresh look at your lifestyle.

174 Perlintasan Rel KA Daop 3 Cirebon Rawan Kecelakaan

191

* Hingga September, 45 Nyawa Melayang
* Daop 3 Cirebon Gelar Sosialisasi di Tegal

TEGAL – Sebanyak 163 perlintasan rel KA sebidang dan 11 perlintasan liar yang berada di wilayah Daop 3 Cirebon, dinilai rawan terjadi kecelakaan lalu lintas, antara kendaraan bermotor dan kereta api.

Perlintasan itu berlokasi di sepanjang jalur KA dari Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Cirebon. Untuk kondisi perlintasan sebidang, di 71 lokasi dijaga petugas, dan 92 perlintasan sebidang tidak dijaga.

”Sedangkan 11 perlintasan liar, ada karena dibuat atau muncul karena banyak pengguna jalan mencari jalan pintas, dengan cara melewati jalur KA. Karena sering digunakan untuk melintas, akhirnya lokasi itu jadi perlintasan liar,” terang Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Lukman Arif.

Dari keberadaan perlintasan itu, hingga September tahun ini, telah terjadi 47 kecelakaan. Kendaraan tertabrak atau terserempet KA. Tercatat sebanyak 45 nyawa melayang, atau tewas akibat kecelakaan tersebut. Sedangkan di wilayah operasinya, juga ada 25 lokasi flyover dan underpass, dan aman dari kecelakaan.

Menurut Lukman Arif, perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur KA dan jalan yang dibuat sebidang. Perlintasan itu muncul karena peningkatan mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan jalur KA.

Sesuai UU No 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretapian, Pasal 94 menyatakan, untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak memiliki izin harus ditutup. Penutupan perlintasan sebidang, kata dia, sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), dilakukan pemerintah atau pemerintah daerah.

Telah Ditutup

Dia menambahkan, sebanyak 63 perlintasan tidak resmi di Daop 3 Cirebon, telah ditutup, sejak 2018 hingga September 2019. Langkah tersebut, antara lain, dalam rangka mengurangi atau antisipasi terhadap terjadinya kecelakaan, dan dalam upaya memperlancar perjalanan kereta api.

Proses penutupan perlintasan tanpa izin itu, menurut dia, tidaklah mudah. Karena kerap terjadi penolakan dari masyarakat.
Di sisi lain, meski kewajiban berkait penyelesaian keberadaan perlintasan sebidang bukan menjadi bagian dari tanggung jawab KAI selaku operator, tapi untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, beberapa upaya telah dilakukan BUMN tersebut.

Salah satunya, dengan pertimbangan kerawanan terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang, PT KAI Daop 3 Cirebon, bersama pihak terkait seperti Sat Lantas, Dishub dan kelompok pecinta kereta api wilayah setempat, menggelar sosialisasi, di sejumlah perlintasan sebidang, selama dua hari berturut-turut sejak Selasa (17/9) hingga Rabu (18/9).

Saat sosialisasi di perlintasan rel KA sebidang di Tirus, Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Rabu (17/9), sejumlah petugas PT KAI Daop 3 Cirebon membagi-bagikan leaflet berisi informasi, imbauan dan peringatan untuk tertib mematuhi aturan lalu lintas. Khususnya saat akan melewati perlintasan rel KA.

Lokasi itu menjadi salah satu target sosialisasi, mengingat pada Jumat (13/9) pekan lalu, telah terjadi kecelakaan. Mobil Toyota All New Rush tertabrak KA Argho Cirebon. Meski tak ada korban jiwa, tapi kecelakaan itu menjadi perhatian serius jajaran Daop 3 Cirebon dan aparat kepolisian Sat Lantas Polres Tegal Kota.

Lukman Arif juga menyitir UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkuta Jalan Pasal 114. Pasal itu menyatakan, pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib ; berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan atau ada isyarat lain. Mendahulukan kereta api, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.

Kasat Lantas Polres Tegal Kota AKP Ben Aras, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Mengingat beberapa hari sebelumnya di lokasi tersebut telah terjadi kecelakaan mobil terserempet KA. ”Semoga para pengguna jalan yang hendak melintas di perlintasan rel KA semakin mematuhi aturan, dan sadar untuk keselamatan bersama,” ucap dia.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA