Take a fresh look at your lifestyle.

17 Karyawan Pabrik Kecap Akan Diisolasi Di Bekas Puskesmas Penusupan

99

SLAWI – Penetapan pasien asal Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal yang terkonfirmasi positif Covid-19, berimbas kepada 17 warga Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah yang bakal di karantina komunal. Warga yang positif Korona tersebut merupakan pemilik pabrik kecap di Desa Penusupan yang memiliki 35 karyawan.

“Kemarin (Minggu-red), kami menggelar rapat di Balai Desa Penusupan. Hasilnya, ada 17 warga Desa Penusupan yang bekerja di pabrik kecap itu. Makanya akan dilaporkan ke Gugus Tugas Covid-19,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Rita Iryanti asal Desa Penusupan, Senin (13/4).

Dikatakan, pihak desa berencana melakukan pemeriksaan terhadap 17 karyawan pabrik tersebut, dan selanjutnya dilakukan isolasi komunal di bekas Puskesmas Penusupan. Namun pihak desa masih kebingungan, karena anggaran untuk mengkarantina 17 karyawan mau menggunakan dana apa. Makanya persoalan ini akan dimatangkan oleh pihak desa dan Forkompincam, supaya penanganan ini dapat berjalan lancar.

“Komisi IV akan meminta pada Dinkes dan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tegal untuk segera bersikap. Supaya penanganan terhadap 17 karyawan ini dapat berjalan dengan lancar,” harapnya.

Kades Penusupan, Guntur Zagiat Yudiansyah menuturkan, pihak desa akan mulai melakukan pembenahan terhadap lokasi yang akan dijadikan tempat isolasi. Selasa (14/4), ke-17 warganya yang bekerja di pabrik kecap akan langsung menjalani isolasi komunal yang langsung ditangani tim medis dari Puskesmas Penusupan.

“Desa yang akan menanggung hidup sehari-hari keluarganya. Dari 17 karyawan yang akan diisolasi, sebanyak 10 orang diantaranya sudah memiliki keluarga. Kami akan memberikan bantu setiap harinya Rp 50 ribu untuk biaya hidup, sehingga karyawan akan fokus menjalani isolasi,” ujarnya.

Ditambahkan, Pemdes Penusupan akan menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) untuk biaya isolasi 17 warga dan bantuan terhadap 10 keluarga yang diisolasi. Namun untuk sementara, karena anggaran belum turun akan menggunakan dana talangan terlebih dahulu. “Besaran anggaran akan disesuaikan dengan kebutuhan,” pungkasnya.(Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA