Take a fresh look at your lifestyle.

160 Karung Limbah B3 Ditemukan Dibuang di Hutan Jurangmangu

221

SLAWI-Sebanyak 160 karung limbah yang diduga merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ditemukan warga di Hutan Jurangmangu Desa Batumirah, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Limbah berbentuk padat, berwarna hitam dan berbau menyengat seperti solar/oli bekas ini diperkirakan dibuang  oleh orang tak bertanggungjawab pada Selasa (14/1) lalu.

Keberadaan berkarung-karung limbah  di dalam hutan tersebut, pertama kali diketahui oleh

Ahmad Hadi (26) dan M Ali (22) warga Dukuh Mentik, Desa Batumirah. Pada Rabu (15/1) sekitar pukul 08.00, keduanya berangkat untuk bekerja sebagai buruh cangkul di sekitar Hutan Jurangmangu. Saat melintas di lokasi, mereka  mendapati ada banyak tumpukan sampah di dalam karung.

Temuan tersebut dilaporkan ke Polsek Bumijawa pada Sabtu (18/1) siang. Kapolsek Bumijawa, Kepala Desa Batumirah dan anggota Sibat Bumijawa PMI Kabupaten Tegal langsung melakukan pengecekan ke lokasi yang berjarak 2 kilometer dari pemukiman warga.

Ternyata, sampah yang di dalam karung berisi limbah B3 yang berbau menyengat seperti oli bekas.

“Limbah diperkirakan dibuang Selasa (14/1) karena sehari sebelumnya warga tidak melihat ada limbah di tempat tersebut.Mungkin dibuangnya saat malam hari,”jelas Kepala Desa Batumirah, Jaelani , Minggu (19/1).

Selanjutnya, limbah dalam karung tersebut diamankan di Polsek Bumijawa. Untuk mengangkut 160 karung limbah digunakan tiga mobil bak terbuka.

Kades Barumirah Jaelani mengatakan, pembuangan limbah B3 di Hutan Jurangmangu (jalan alternatif menuju Desa Guci ) baru pertama kali ini dijumpai. Temuan tersebut, kata Jaelani, dilaporkan kepada Polsek Bumijawa, PMI dan Puskesmas Bumijawa.

Jaelani yang siang itu turut meninjau ke lokasi penemuan limbah B3 memperkirakan, setiap karung memiliki berat puluhan kilogram. “ Sekarung  mungkin beratnya ada  30 kilogram,”ungkapnya.

Menurutnya, limbah tersebut ditemukan di hutan milik Perhutani BKPH Bumijawa KPH Pekalongan Barat. Oleh karena itu, pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan Perhutani.

Untuk mengantisipasi adanya pembuangan limbah di lokasi tersebut, pemerintah desa mengimbau warga agar turut mengawasi dan melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas pembuangan limbah.

Jaelani berharap, ada pemeriksaan terhadap limbah yang telah diamankan di Polsek Bumijawa itu oleh dinas/instansi terkait. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA