Take a fresh look at your lifestyle.

Terdampak Covid-19, Tiga Ribu UMKM Ajukan Stimulus Bantuan

95

BATANG- Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Batang telah menerima sekitar 3.000 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengajukan diri untuk mendapatkan bantuan stimulus Covid-19.

” Pendaftaran bantuan stimulus UMKM sudah ditutup. Totalnya ada sekitar 3.000 yang syarat dan ketentuannya sesuai dengan yang diberikan pemerintah pusat,” jelas Kepala Disperindagkop dan UKM Batang, Subiyanto.

Dia menjelaskan, UMKM yang lolos validasi akan mendapatkan bantuan Rp 2,4 juta dari pemerintah pusat. Pihaknya berharap UMKM Batang banyak yang mendapatkan bantuan.

” Dari pusat kuotanya hanya sekitar 12 juta UMKM. Nantinya berkas yang diajukan akan divalidasi. Semoga di Batang ini yang mengajukan bisa diacc semua oleh Pemerintah Pusat,” katanya.

Subiyanto menambahkan, ada beberapa syarat yang harus dilengkapi penerima bantuan. Seperti pelaku UMKM sedang tidak menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan. Pelaku usaha merupakan WNI yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Selain itu, mempunyai usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul lampirannya.

Tidak hanya itu, pelaku UMKM bukan ASN atau PNS, anggota TNI/Polri, pegawai BUMN/BUMD serta memiliki rekening tabungan dengan saldo di bawah Rp 2 Juta.

” Dana stimulus diberikan untuk membantu meringankan para pelaku UMKM di tengah pandemi Covid- 19. Sehingga bisa mengakses pembiayaan untuk modal kerja mereka, dan mereka bisa beraktivitas kembali,” katanya Subiyanto.

Diungkapkan pula, di Batang banyak pelaku usaha menengah terkena dampak tidak langsung akibat pandemi Covid-19. Bahkan beberapa pelaku usaha terpaksa harus gulung tikar karena menurunnya daya beli masyarakat.

” Untuk itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Batang terus mendorong UMKM di Kabupaten Batang kreatifitas dan inovasi di tengah pandemi,” kata Subiyanto.

Dia mengatakan Disperindagkop dan UKM senantiasa membantu melayani proses perijinan usaha UMKM di Batang. Pihaknya juga mempermudah dan membantu melayani mereka dari izin usaha, izin IPRT, atau BPOM karena harus adanya proses pelatihan, sertifikasi, dan sertifikat halal yang kadang-kadang mereka butuhkan.

” Selain itu, Disperindagkop juga telah melakukan pelatihan-pelatihan market online yaitu UMKM menuju era digital,” katanya. (Trisno Suhito-red17)

BERITA LAINNYA