Take a fresh look at your lifestyle.

Pulang dari Semarang, Guru di Bumijawa Positif Covid-19

129

SLAWI- Mobilitas warga dari wilayah episentrum penularan Covid-19 kembali berkontribusi menambah jumlah kasus konfirmasi di Kabupaten Tegal. Satu orang warga Kecamatan Bumijawa dinyatakan terpapar virus Korona usai pulang dari Kota Semarang. Informasi ini disampaikan juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal dr. Joko Wantoro, Jumat (7/8) sore.

Dengan demikian, secara keseluruhan terdapat  57 kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tegal. Dari jumlah tersebut, 39 orang sembuh, 11 orang sedang menjalani perawatan dan tujuh orang meninggal dunia.

Joko menyampaikan, satu warga Bumijawa  yang terkonfirmasi positif Covid-19, yakni  seorang perempuan, berinisial DS (45) asal Desa Bumijawa, Kecamatan Bumijawa. Dari pengakuannya,  diketahui, bahwa DS  berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) fungsional guru ini sering bolak balik ke Semarang untuk mengantar suaminya terapi di RSUP dr. Kariadi. Terakhir kali mengantar suaminya pada  Jumat, (17/7).

Beberapa hari sejak kepulangannya dari Semarang, DS mengeluhkan sakit dan sempat berobat ke klinik pengobatan di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Senin (27/7) lalu, yang kemudian dirujuk ke UGD Puskesmas Bumijawa.

Joko menambahkan, DS sempat menjalani rawat inap selama dua hari di Puskesmas Bumijawa sebelum akhirnya dirujuk perawatannya ke rumah sakit pada Selasa (28/7) lalu karena hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan adanya penurunan trombosit dan mengeluh demam.

Oleh pihak keluarga, DS dibawa ke RSI PKU Muhammadiyah Singkil, Adiwerna dan ditetapkan statusnya sebagai suspek karena diketahui ada riwayat perjalanan luar kota.

Karena ada riwayat perjalanan dari Semarang inilah pihak rumah sakit melakukan uji cepat pada pasien DS. Meski hasilnya non-reaktif, lanjut Joko, DS tetap diambil spesimen swabnya pada Rabu (29/7) dan Kamis (30/7). Hasil pemeriksaan RT PCR baru keluar Kamis (6/8) kemarin dan dinyatakan DS terkonfirmasi positif Covid-19.

Pada hari yang sama, sorenya, DS pun dirujuk perawatannya dari RSI PKU Muhammadiyah Adiwerna ke RSUD dr. Soeselo Slawi untuk penanganan lebih lanjut.

Dari penelusuran kasus tersebut didapatkan 35 orang yang menjadi kontak eratnya, termasuk petugas medis dan kerabatnya sesama pendidik. Adanya petugas medis yang masuk daftar kontak eratnya tersebut karena awalnya DS tidak menyampaikan adanya riwayat perjalanan dari Semarang saat dilakukan anamnesa oleh petugas kesehatan Puskesmas Bumijawa.

Terlebih, adanya nosokomial atau infeksi yang terjadi di lingkungan rumah sakit seperti RSUP dr. Kariadi menjadikan orang yang sehat rentan terpapar. Joko mencontohkan, penularan Covid-19 pada pasien MS (17) dan kedua orang tuanya asal Desa Gembong Kulon, Kecamatan Talang diduga kuat terjadi di RSUP dr. Kariadi Semarang, termasuk sebelumnya, kasus pasien balita usia dua tahun asal Desa Getaskerep, Kecamatan Talang.

“Selain sudah kita minta untuk karantina mandiri dibawah pengawasan Satgas Covid-19 desa, Jogo Tonggo dan Puskesmas Bumijawa, mereka yang menjadi kontak erat DS sudah kita ambil spesimen swabnya hari Jumat (7/8) siang ,” ungkap Joko.(Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA