Take a fresh look at your lifestyle.

124 Desa di Brebes Masuk Zona Merah dan Kuning RTLH

281
BREBES – Sebanyak 124 desa di Kabupaten Brebes, kini masuk dalam zona merah dan kuning, karena warganya masih banyak yang tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ratusan desa yang tersebar di 17 kecamatan itu, kini menjadi fokus penanganan masalah RTLH di Kota Bawang. Bahkan, di tahun ini  ada sebanyak 608 RTLH yang menerima bantuan rehab.
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman (Pereaskim) Kabupaten Brebes Moh Tolani menjelaskan, hingga saat ini masih ada sebanyak  14.110 rumah warga di wilayahnya yang tidak layak huni. Dari jumlah tersebut, paling banyak tersebar di 124 desa, yang masuk dalam zona merah dan kuning.  Zona merah berarti wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi, dan zona kuning merupakan wilayah dengan tingkat kemiskinan sedang. Sebanyak 124 desa tersebar tersebar di 17 kecamatan yang ada di Brebes.
“Desa-desa yang masuk zona merah dan kuning ini, yang saat ini menjadi fokus kami dalam penanganan RTLH. Artinya, keberadaan RTLH di 124 desa ini menjadi propritas penanganan kami,” ujarnya, kemarin.
Menurut dia, berdasarkan data yang dimiliki instansinya, desa-desa yang masuk zona merah dan kuning tersebut paling banyak berada di Kecamatan Bulakamba. Yakni, ada 12 desa. Kemudian, disusul Kecamatan Brebes dan Jatibarang, masing-masing terdapat 10 desa. Selain itu, yang termasuk tinggi adalah Kecamatan Wanasari ada 9 desa, Ketanggungan 8 desa dan Banjarharjo 8 desa. “Dari data kami, tidak menuntup kemungkinan desa yang berada di wilayah perkotaan masih masuk zona merah atau kuning. Ini karena memang jumlah masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak masih tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, untuk menangani permasalahan RTLH tersebut, pihaknya kini telah melaksanakan beberapa program pembangunan. Selain melalui program rehap RTLH yang dilaksanakan setiap tahun, kini juga akan dilaksanakan pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Untuk program rehab RTLH, di tahun 2020 ini, ada sebanyak 608 unit. Keberadaan rumah tidak layak huni itu tersebar di desa zona merah dan kuning. Sedangkan untuk rusunawa, tahun ini akan dibangun di Desa Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, dengan kapasitas 44 unit tipe 36. “Pembangunan rusunawa ini merupakan trobosan kami dalam menangani masalah RTLH tersebut. Kami harapkan, dari tahun ke tahun jumlah RTLH di Brebes semakin menurun,” terangnya.
Dia menambahkan, dari sebanyak  608 unit RTLH yang akan direhab tersebut, sebanyak 236 unit berumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sedangkan sisanya sebanyak 372 unit bersumber dari anggaran bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah. “Kalau yang sumbernya DAK, setiap unit akan mendapatkan bantuan Rp 17,5 juta. Rinciannya, untuk belanja material sebesar Rp 15 dan biaya tukang Rp 2,5 juta. Sementara dari bantuan keuangan provinsi besar bantuannya Rp 10 juta per unit. Nah, bagi masyarakat yang belum terkafer bantuan ini, bisa diusulkan ke desa melalui Dana Desa. Ini karena di Dana Desa ada alokasinya untuk RTLH,” pungkasnya.

(b.setiawan-red2)

BERITA LAINNYA