Take a fresh look at your lifestyle.

10 Hari Ditarget Tangkap Bandar dan Pengedar Narkoba

* Operasi Antik Candi 2020 Polres Tegal Kota

119

TEGAL – Jajaran Satres Narkoba Polres Tegal Kota, kini mulai bekerja ekstra keras. Karena selama 10 hari kedepan, sejak Senin (10/2) hingga Rabu (19/2), ditarget mampu menangkap bandar atau pengedar berbagai jenis narkoba.

Target itu harus dicapai, jajaran reserse khusus narkoba. Karena berkait dengan pelaksanaan ”Operasi Antik Candi 2020”, yang digelar mulai Senin (10/2), hingga sepuluh hari kedepan.

”Ya harus sebisa mungkin dan bekerja sekuat tenaga. Ekstra keras. Agar mampu menangkap bandar atau pengedar narkoba. Pemakai yang kerap merangkap sebagai kurir atau pengedar juga menjadi sasaran operasi ini,” terang Kasatres Narkoba Polres Tegal Kota AKP Bambang Margono SH, Senin (10/2).

Dia optimis dapat mencapai target itu. Apalagi bila melihat sudah ada sejumlah pengedar yang diincarnya. Meski begitu, tugas mengungkap kasus narkoba tidaklah mudah. Sebab berbeda dengan kasus-kasus lainnya.

AKP Bambang Margono SH mengungkapkan, di pekan pertama tahun ini, jajarannya secara beruntun mampu mengungkap empat kasus peredaran narkoba. Kasus itu terungkap, setelah di akhir tahun personel jajarannya mengembangkan kasus yang sudah ada.

Fokus Penyelidikan

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, lanjut dia pihaknya akan lebih fokus untuk mengembangkan penyelidikan. Karena untuk mengungkap kasus itu, sangat berbeda dengan pengungkapan kasus-kasus kriminal lainnya.

”Untuk mengungkap kasus narkoba, seperti peredaran ganja, sabu maupun obat-obatan terlarang, kami lebih mengutamakan kegiatan lidik. Ya seperti ketika kami menangkap secara beruntun empat pengedar narkoba di awal Januari tahun ini, dan satu pemakai di bulan Februari sebelum pelaksanaan Operasi Antik Candi 2020,” terang dia.

Kasus narkoba di wilayah hukum Polres Tegal Kota, dalam dua tahun terakhir, terus mengalami kenaikan. Dia mencontohkan sepanjang 2018, ada 25 kasus narkoba yang diungkap, dengan jumlah tersangka sebanyak itu.

Tahun berikutnya, jumlahnya naik menjadi 28 kasus, dan jumlah tersangkanya juga 28 orang. Mereka terdiri atas, dua bandar, sembilan kurir dan 17 orang tersangka pengedar narkoba.

Dengan mengembangkan kasus-kasus lama yang layak ditingkatkan atau dikuatkan penyelidikannya, dan sejumlah target baru untuk menangkap kurir, pengedar maupun bandarnya, dia optimis akan ada kasus narkoba yang dapat diungkap.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA