Take a fresh look at your lifestyle.

1.932,7 Ha Lahan Terdampak Intrusi Air Laut

167

TEGAL – Sekitar 1.932,7 hektare lahan pertanian atau sekitar 48,7 persen luas Kota Tegal telah terdampak intrusi air laut. Sebagian besar lahan tersebut berada di semua kelurahan di Kecamatan Margadana. Antara lain, Kelurahan Cabawan, Kaligangsa, Kalinyamat Kulon, Krandon, Margadana, Pesurungan Lor, dan Sumurpanggang. Kemudian di Kecamatan Tegal Barat, di Kelurahan Kraton, Muarareja, dan Tegalsari serta di Kecamatan Tegal Timur di Kelurahan Mintaragen dan Panggung.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menegaskan, terkait persoalan tersebut akan menjadi fokus perhatian Pemkot Tegal ke depan, termasuk pemenuhan cakupan air minum layak bagi masyarakat Kota Tegal. “Pada aspek daya tampung lingkungan, merujuk hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJMD Kota Tegal Tahun 2019-2024, sebagian besar lahan Kota Tegal tergolong dalam Klasifikasi Kelas Kemampuan Lahan I dan II, yaitu merupakan lahan yang cocok untuk penggunaan pertanian,” katanya.

Menurut dia, penggunaan lahan terbesar di Kota Tegal telah dimanfaatkan untuk pemukiman seluas 1.604,93 hektare (42,69 persen), rawa 170,28 hektare, tambak 779,84 hektare, dan penggunaan lainnya 2.380,75 hektare. Dengan demikian, kondisi keterbatasan lahan dan kepadatan penduduk akan berdampak pada problematika masyarakat, terkait kepemilikan lahan, tanah, dan hunian.

Sedangkan dari kondisi demografi, lanjut dia, Kota Tegal merupakan salah satu kota dengan jumlah penduduk terpadat di Provinsi Jateng. Yakni, 7.180 jiwa per kilometer. Hingga akhir 2018, jumlah penduduk Kota Tegal sebesar 284.919 jiwa. Sementara jika dilihat dari data rasio ketergantungan dan proporsi penduduk usia produktif, tahun-tahun mendatang Kota Tegal masuk bonus demografi. Yakni, penduduk usia produktif lebih banyak daripada penduduk yang berusia non produktif. “Kondisi ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan optimal jika kita mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi generasi muda, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan ketenagakerjaan,” katanya.(Wawan Hoed/Red2)

BERITA LAINNYA