Take a fresh look at your lifestyle.

1.790 Ha Lahan Pertanian di Brebes Kekeringan

181
  • Tanaman Seluas 352 Ha Puso

BREBES – Musim kemarau yang terjadi, kini telah menyebabkan lahan pertanian seluas 1.790 hektare di Kabupaten Brebes mengalami kekeringan. Bahkan, kekeringan itu telah menyebabkan lahan pertanian seluas 352 ha gagal panen atau puso. Kekeringan lahan pertanian tersebut melanda 14 kecamatan dari total 17 wilayah kecamatan yang ada di Brebes.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes,Yuliana Hendrawati menjelaskan, saat ini di Brebes memiliki luas tanam mencapai 18.929 ha. Dari luasan tersebut, 1.790 ha di antaranya kini mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang terjadi. Dari jumlah itu, seluas 598 ha mengalami kekeringan tingkat ringan, 646 ha sedang dan 546 ha berat. Kondisi tersebut juga telah menyebabkan tanaman produktif seluas 352 ha gagal panen. Mayoritas tanaman yang gagal panen adalah padi. “Hanya ada tiga Kecamatan yang saat ini tidak mengalami kekeringan. Yakni, Salem, Tonjong dan Sirampog. Sisanya mengalami kekeringan,” terangnya.

Menurut dia, kondisi kekeringan lahan pertanian paling parah terjadi di Kecamatan Ketanggungan. Di wilayah itu luasanya mencapai 361 ha. Kemudian, Kecamatan Larangan dengan luasan 260 ha. “Dampak kekeringan ini sudah menyebabkan tanaman gagal panen. Luasanya mencapai 352 ha. Rata-rata luas lahan persawahan yang mengalami gagal panen ini sebayak 25 ha per kecamatan. Luasan terluar dialami Kecamatan Bulakamba mencapai 63 ha dan paling sedikit Kecamatan Tanjung hanyan 2 ha,” ungkapnya.

Selain lahan pertanian yang sudah mengalami kekeringan, lanjut dia, saat ini juga ada 1.521 ha lahan pertanian yang terancam kekeringan. Hal itu disebabkan karena musim kemarau diprediksi akan panjang. “Kalau lahan yang terancam kekeringan, paling luas berada di Kecamatan Banjarharjo, mencapai 670 ha,” sambungnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk menekan angka puso dan ancaman kekeringan itu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya, meresmikan Posko Kekeringan yang ada di Kecamatan Losari. Peresmian Posko Kekeringan itu sebagai tindak lanjut dari hasil rapat Mitigasi Kekeringan di Jakarta pada awal Juli lalu dan Rakor Upsus Jateng di Cepu tanggal 10 – 11 juli di Blora. “Melalui mitigasi posko kekeringan ini kami harapkan kerugian yang diakibatkan bencana kekeringan dapat ditanggulangi atau diminimalkan,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Idza Priyati mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya posko mitigasi tersebut. Pendirian posko dimaksudkan sebagai tempat berkoordinasi antar stakeholder dalam upaya mengidentifikasi sumber air alternatif yang masih tersedia dan dimanfaatkan baik melalui pompanisasi dan irigasi air tanah dangkal.

“Adanya posko ini itu harapkan bisa mengurangi jumlah puso di Kabupaten Brebes. Apalagi dengan mitigasi ini bisa menghasilkan ratusan ton padi. Jadi kita harapkan ke depan posko seperti ini bisa terus dibangun,” pungkasnya.

(setiawan/ red38)

BERITA LAINNYA