Take a fresh look at your lifestyle.

1.095 Ruang Kelas SD dan SMP di Kabupaten Tegal Rusak

249

SLAWI-Kondisi prasarana pendidikan di Kabupaten Tegal perlu perhatian serius dari semua pihak.  Diantara masalah yang perlu diselesaikan adalah masih banyaknya ruang kelas yang rusak dan masih banyak satuan pendidikan yang membutuhkan kelas baru.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Tegal, Ahmad Was’ari melalui Kepala Seksi Sarana Prasarana Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Supriyanto menyebutkan, sesuai data pokok pendidikan (Dapodik) tahun 2017 , jumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tegal sebanyak  700 sekolah negeri dan swasta.

Dari 700 SD yang tersebar di 18 kecamatan, memiliki 4.867 rombongan belajar (kelas). Sementara itu, jumlah rombongan belajar tidak sesuai dengan jumlah ruang kelas yang tersedia.

Menurut  Supriyanto, jumlah ruang kelas yang tersedia sebanyak 4.771 kelas, sehingga dibutuhkan 96 kelas baru untuk menampung  rombongan belajar yang ada.

Selain masalah kurang kelas, satuan pendidikan juga dihadapkan pada  banyaknya ruang kelas rusak. Tercatat ada 996 ruang kelas yang mengalami rusak ringan, sedang dan berat.

“Dari 4.771 ruang kelas yang ada di SD , jumlah ruang kelas yang dalam kondisi baik  3.775 kelas,”jelas Supriyanto.

Sementara itu, di tingkat SekolahMenengah Pertama (SMP), kondisi prasarana sekolah juga perlu perhatian. Dari 107 SMP negeri dan swasta terdapat 1.489 rombongan belajar . Adapun jumlah ruang kelas yang tersedia sebanyak 1.445 ruang kelas, sehingga masih membutuhkan 44 ruang kelas baru.

Menurut Supriyanto, dari data Dapodik 2017, dari 1.445 ruang kelas yang dimiliki, hanya 1.346 kelas yang dalam kondisi baik. Sebanyak 99 kelas dalam kondisi rusak ringan, sedang dan berat , sehingga menjadi sasaran rehab.

“Ada 1.095 ruang kelas yang menjadi sasaran rehab, yang terdiri atas 996 ruang kelas SD dan 99 ruang kelas SMP,”tuturnya.

Banyaknya ruang kelas yang rusak, menurut Supriyanto, dikarenakan bangunan sekolah telah berusia tua. Beberapa diantaranya merupakan bangunan SD Inpres yang dibangun puluhan tahun lalu pada masa Orde Baru.

Berkenaan dengan kebutuhan 140 ruang  kelas baru untuk SD dan SMP, diharapkan Pemkab Tegal bisa mengalokasikan anggaran untuk membangun ruang kelas baru hingga beberapa tahun ke depan. Diperkirakan untuk membangun satu ruang kelas baru dibutuhkan anggaran Rp 200 juta.

“Apabila setiap tahun ada 20 kelas baru dibangun maka maksimal dalam jangka lima tahun untuk SD sudah  terpenuhi ,”sebutnya.

Sementara itu, dari ratusan SD di Kabupaten Tegal, terdapat beberapa sekolah yang diusulkan untuk regrouping.

“Dari verifikasi yang dilakukan ada 11 usulan regrouping . Tahun 2020 akan dilaksanakan.Regrouping merupakan salah satu tugas pemenuhan sarana prasarana,”tuturnya.

Adapun SD yang telah diverifikasi untuk dilakukan regrouping antara lain, SD Kagok 1,2,3, SD Kepunduhan 1,2, SD Kedungsukun 1,2, SD Tembok Luwung 1,2 dan SD Karangwuluh. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA